Ada ‘Ritual’ Saling Gigit Jari Sebelum Dicabuli

Ada ‘Ritual’ Saling Gigit Jari Sebelum Dicabuli
FA, 16 tahun, korban dan DAP, 28 tahun, pelaku pencabulan

Omahnews – Ada pengakuan mengejutkan diungkapkan FA, 16 tahun, remaja pria yang menjadi korban pencabulan dan penyekapan oleh DAP, janda berusia 28 tahun di Kota Probolinggo.

FA mendapatkan informasi, perbuatan janda beranak itu dilatarbelakangi ingin awet muda.

Hal itu diungkapkan FA saat ditemui wartawan di rumahnya di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jumat, 23 April 2021.
“Saya dapat informasi DAP mengincar perjaka sebagai korban pencabulan, yang dipercaya bisa membuatnya awet muda,” katanya.

FA juga mengaku, merasa tidak berdaya ketika berhadapan dengan janda kelahiran Tulungagung itu.
“Mungkin pengaruh minuman keras atau ada ilmu apa begitu sehingga saya terpedaya,” ujarnya.

Ketika mau berhubungan intim, FA merasa ada “ritual” yang harus dijalankan. Yakni, saling menggigit jari pasangannya.
Dikatakan DAP mengawali aksinya dengan menggigit jari jempol dan telunjuk FA.
“Setelah itu saya diminta menggigit jari jempol, jari telunjuk, dan jari kelingking DAP. Katanya hal itu membuat perempuan itu awet muda,” kata FA.

Disinggung apakah gigitan itu terasa sakit, FA mengangguk.
“Gigitan itu sakit, tapi karena saya terpengaruh minuman keras, tidak begitu saya rasakan,” katanya.

Baca juga : Janda 1 Anak Sekap dan Cabuli Remaja Selama 3 Hari

Yang jelas, selama disekap DAP selama tiga hari, Minggu-Rabu, 11-14 April 2021, FA mengaku telah dicabuli sebanyak tiga kali. Pertama, dicabuli di rumah DAP di Perumahan Asabri, Kecamatan Kanigaran. Kedua di rumah kos di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Dan terakhir di Perumahan Asabri lagi.

Exit mobile version