Bahaya, Jangan Langsung Merokok Setelah Cabut Gigi

Bahaya, Jangan Langsung Merokok Setelah Cabut Gigi
ilustrasi

Omahnews – Cabut gigi mungkin menjadi tindakan medis yang tak asing bagi Anda. Meski demikian, tindakan tersebut tetap tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi jika Anda adalah seorang perokok.

Faktanya, terdapat jeda waktu yang mesti dipatuhi jika Anda ingin merokok setelah cabut gigi. Pikir-pikir ulang jika Anda ingin melanggar aturan tersebut.

Pasalnya, ada risiko yang justru bikin pasien makin meringis dan harus kembali ke ruang praktik.
Kondisi di dalam mulut tak langsung pulih ketika Anda habis mendapat tindakan cabut gigi.

Oleh karena itu, drg. Wiena Manggala Putri menegaskan bahwa pasien, khususnya para perokok, yang baru cabut gigi sebaiknya tidak langsung mengisap produk tembakau setelah tindakan.

Beberapa hari pasca cabut gigi, darah akan menggumpal di rongga gigi yang disebut sebagai soket. Adanya penggumpalan darah tersebut secara alami berfungsi sebagai bantalan yang melindungi tulang gigi dan saraf terbuka.
Selain itu, gumpalan darah yang disebut sebagai soket tersebut bahkan bisa menyangga pertumbuhan gigi dan jaringan lunak berikutnya.

Meski fungsinya krusial, gumpalan darah tersebut sangat ringkih dan mudah rusak. Nah, salah satu hal yang bisa menjadi pemicu kerusakan gumpalan darah adalah merokok. Ketika gumpalan itu telanjur rusak, maka masalah baru pun bisa datang.

Jika para perokok abai dengan anjuran untuk tidak merokok setelah cabut gigi, drg. Wiena mengatakan bahwa hal tersebut bisa meningkatkan risiko peradangan gusi dan dry socket.
“Akibat dry socket, pasien biasanya akan merasakan keluhan nyeri yang bikin tidak nyaman,” ujar drg. Wiena.

Merokok itu sendiri dapat meningkatkan tekanan darah. Hal ini akan mengencerkan penggumpalan darah yang tadi telah dijelaskan. Alhasil, pendarahan pun dapat terjadi.
Tanpa adanya peningkatan tekanan darah, mengisap rokok sebenarnya juga bisa mengecilkan gumpalan darah hingga akhirnya mengalami kerusakan.

Nah, ketika gumpalan atau bekuan darah rusak dan lepas, tulang maupun saraf gigi bisa terkontaminasi dari paparan luar. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit yang mengganggu.

Tak berhenti di situ, kandungan karbon monoksida dalam rokok juga akan mengganggu fungsi pembuluh darah di area mulut. Akibatnya, pasokan oksigen yang ada di jaringan gusi malah bisa berkurang.
Padahal, untuk sembuh secara total dan cepat, Anda membutuhkan pasokan oksigen yang memadai dan pembuluh darah yang berfungsi optimal.

Jika dry socket terlanjur terjadi, drg. Wiena menyarankan Anda untuk segera kembali ke dokter gigi. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mendapatkan pemeriksaan rontgen mulut dan gigi demi memastikan diagnosis.
Apabila sudah dipastikan Anda mengalami soket kering akibat merokok setelah cabut gigi, dokter mungkin akan melakukan tindakan berikut ini.

Membersihkan soket dan sisa makanan atau kotoran lain yang dapat menyebabkan rasa sakit atau kemungkinan infeksi.
Melapisi soket dengan gel atau pasta dan perban obat. Hal ini dapat meringankan nyeri relatif cepat.
Meresepkan obat pereda nyeri untuk dikonsumsi.
Pasien akan dianjurkan untuk membilas soket di rumah sesuai instruksi dokter. Pasien juga akan dibekali jarum suntik plastik dengan ujung melengkung untuk menyemprotkan air khusus ke dalam soket.
Selama proses penyembuhan, sikat gigi harus dilakukan secara perlahan.
Hindari rokok dan minuman berkarbonasi selama proses penyembuhan.

Sejatinya, merokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit mematikan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tak lagi berurusan dengan produk tembakau tersebut.
Terapkan juga pola hidup aktif dan sehat, agar kondisi tubuh Anda senantiasa terjaga. (KD)

Exit mobile version