Bahaya Tidur Setelah Sahur bagi Kesehatan

Bahaya Tidur Setelah Sahur bagi Kesehatan
ilustrasi tidur setelah makan sahur

Omahnews – Rasa kantuk biasanya tak bisa ditahan saat santap sahur. Jika sebagian orang memilih untuk tidur setelah makan sahur, itu pilihan yang salah. Sebab, tidur setelah makan sahur justru akan mengganggu kesehatan tubuh.

Biasanya, faktor yang memengaruhi rasa kantuk usai santap sahur berkaitan dengan konsumsi makan yang masuk ke pencernaan kita.

Sebagai contoh adalah mengonsumsi karbohidrat berlebih. Konsumsi karbohidrat seperti nasi berlebih akan menyebabkan penumpukan gula. Butuh waktu cukup lama untuk proses pembakarannya. Salah satu cara untuk membakar kalori itu adalah berolahraga. Jika terjadi penumpukkan gula dalam tubuh, akibatnya rasa kantuk dan malas untuk beraktivitas.

Selain itu, kandungan fast food dan minuman instan juga berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Jika terjadi penumpukan gula berlebih ditambah badan kita kurang bergerak atau olahraga, maka akan menimbulkan rasa kantuk. Apalagi selama puasa, jam istirahat malam berkurang dari 8-10 jam yang dianjurkan.

Nah, berikut ini bahaya tidur setelah makan sahur yang dapat merusak kesehatan tubuh:
Terganggunya sistem pencernaan
Langsung tidur setelah kenyang makan sahur menyebabkan tekanan di dalam lambung meningkat, sehingga makanan dan cairan lambung dapat naik kembali ke kerongkongan. Ketika seseorang memilih kebiasaan tidur setelah makan, kemudian seseorang akan merasakan mulas, pada dada atau perut akan terasa nyeri, merasakan mual hingga sakit tenggorokan.

ika hal tersebut dibiarkan secara terus menerus maka akan menyebabkan penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kondisi ini di mana katup antara perut dan kerongkongan yang tidak menutup. Ketika gejala tersebut dibiarkan maka asam lambung yang masuk ke kerongkongan dapat menyebabkan kerusakan pada selaput lendir.

Menurunnya Kualitas Tidur
Beberapa orang dengan kebiasaan tidur setelah makan sahur umumnya akan mengalami insomnia. Hal tersebut biasa disebabkan oleh makanan yang Anda konsumsi membuat kembung serta nyeri pada perut. Akibatnya, Anda akan merasa gelisah dan mengalami kesulitan untuk tidur.

Obesitas
Dampak buruk yang disebabkan tidur setelah makan sahur adalah naiknya berat badan. Penimbunan kalori berlebih dapat menjadi lemak yang menyebabkan berat badan mengalami kenaikan secara drastis, karena waktu makan yang berdekatan dengan tidur akan memengaruhi ritme sirkadian atau jam bilogis pada tubuh. Dampaknya hal tersebut dapat memengaruhi serta mengganggu kerja metabolisme pada tubuh yang berdampak pada pengaturan berat badan.

Memicu Diabetes
Ketika Anda makan apalagi jika mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak lalu tidur, organ tubuh tidak sempat melakukan pembakaran kalori. Akibatnya, bagian perut akan membuncit dan ini membuat resistensi insulin mengganggu metabolisme gula pada tubuh. Muncul penyakit gula atau diabetes melitus.

Stroke
Stroke dapat dipicu oleh kebiasaan memilih tidur setelah makan. Diperkirakan asam lambung naik ke kerongkongan akan menyumbat sistem pernapasan saat tidur. Kondisis tersebut biasa disebut dengan sleep apnea yang diketahui memiliki hubungan dengan penyakit stroke. Selain itu, stroke dipengaruhi oleh proses pencernaan serta efek terhadap tekanan darah, kadar gula pada darah, serta kolesterol pada tubuh.

Untuk mencegah lima penyakit tersebut, sebaiknya kurangi kebiasaan-kebiasaan buruk dan memulai dari menjaga pola makan sehat yang bergizi seimbang, kurangi konsumsi makanan dan minuman olahan, kurangi porsi makan saat sahur serta rutin berolahraga ringan. (net)