Bareskrim: Diduga Keras Terjadi Kebocoran Data Peserta BPJS Kesehatan

Bareskrim: Diduga Keras Terjadi Kebocoran Data Peserta BPJS Kesehatan
Ilustrasi Kebocoran data

Omahnews – Bareskrim Polri akhirnya merampungkan pemeriksaan ke lima vendor penyedia perangkat teknologi terkait kasus dugaan kebocoran data BPJS Kesehatan.

Polri menggali bagaimana modus pelaku membocorkan data. “Beberapa saksi dari BPJS telah diperiksa dan juga beberapa vendor ya sebagai penyedia teknologi informasi yang ada di BPJS itu pun telah dilakukan pemeriksaan pemeriksaan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Kamis (3/6/2021).

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, dugaan sementara terkait data BPJS Kesehatan yang dijual di situs Raid Forums karena kebocoran.
Ia memastikan bahwa saat ini proses penyidikan terhadap kasus dugaan kebocoran data BPJS Kesehatan itu masih terus berjalan.

Menurut Rusdi, saat ini Bareskrim Polri masih menyelidiki dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari BPJS Kesehatan.
Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap lima vendor yang menyediakan alat dan sistem penyimpanan data BPJS Kesehatan. Kemudian juga pihaknya mendalami modus kebocoran data ini.

“Kalau kebocoran bagaimana dengan modusnya. Bagaimana pelaku membocorkan segala macam masih diteliti oleh penyidik,” terang Rusdi.

Rusdi berharap bisa segera menyelesaikan kasus kebocoran data. Polri menduga keras data yang bocor adalah milik peserta BPJS Kesehatan.
“Diduga keras terjadi kebocoran, ya kita belum dapat memastikan ini masih diperiksa terus oleh penyidik tentang hal tersebut, tapi diduga keras terjadi kebocoran data peserta BPJS Kesehatan,” kata Rusdi.

Bareskrim saat ini masih menyelidiki dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari BPJS Kesehatan. Polri juga mendalami modus kebocoran data ini.
“Kalau kebocoran bagaimana dengan modusnya. Bagaimana pelaku membocorkan segala macam masih diteliti oleh penyidik,” ungkapnya.

Seperti diketahui kasus dugaan kebocoran data WNI ini sedang ditangani oleh Bareskrim Polri. Disebutkan, 279 juta data WNI dijual secara online di forum hacker, Raid Forums.

Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (nomor induk kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, bahkan kabarnya juga besaran gaji. Disertakan pula sejuta sampel data untuk pengecekan. (cnbc)