Diduga karena Depresi, Pria di Malang Pilih Gantung Diri

Diduga karena Depresi, Pria di Malang Pilih Gantung Diri
Petugas melakukan identifikasi dan evakuasi jenazah korban untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Omahnews – Entah apa yang ada dalam pikiran Priono (35), Warga Jalan Bandulan Baru Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pria ini nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Selasa (1/6/2021).

Tubuhnya ditemukan tewas tergantung dengan tali tampar plastik warna hijau di atap rumahnya.
Dugaannya, korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. Apalagi sebelumnya pada tahun 2016 lalu, dia pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.

Kendati jenazahnya sudah dibawa ke kamar mayat RSSA Malang, namun keluarga menolak dilakukan otopsi. Hanya visum atau pemeriksaan luar saja. Sebab keluarga menerima kematian korban sebagai musibah.

“Kami sudah menerima kematian korban sebagai musibah, korban bunuh diri karena depresi dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa,” tutur Lilik Ani, 30, adik korban, mengutip dari New Malang Pos, Rabu (2/6/2021).

Kapolsekta Sukun Kota Malang, Kompol Suyoto mengatakan, bahwa dari keterangan keluarga paginya sekitar pukul 08.00, korban masih sehat. Tidak ada tanda-tanda akan bunuh diri. Kemudian ditinggal keluarganya pergi ke Dampit. Di rumah korban hanya bersama dengan keponakannya.

Situasi yang kosong itulah akhirnya dimanfaatkan korban untuk buuh diri.

“Keponakannya menemukan korban setelah mencari di dalam rumah tidak ketemu. Kemudian ketika dilihat di lantai dua, korban ditemukan sudah tewas tergantung,” jelas Suyoto.(NMP)