Dinsos Kota Batu Catat 2.831 Orang Tak Layak Masuk DTKS

Dinsos Kota Batu Catat 2.831 Orang Tak Layak Masuk DTKS
Warga penerima BST

Omahnews – Dinsos Kota Batu mulai verifikasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) bagi Kelompok penerima manfaat (KPM) pada program Kemensos melalui anggaran APBN. Verifikasi meliputi bantuan sosial tunai (BST), program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).


Kepala Dinsos Kota Batu, Ririk Mashuri mnyampaikan bahwa verifikasi bagi penerima bansos yang tercatat dalam DTKS merupakan instruksi dari Kemensos. Tujuannya agar penyaluran bantuan untuk ketiga program tersebut bisa tepat sasaran.
“Sesuai instruksi Kemensos, kami tengah melakukan verifikasi DTKS. Sejauh ini data yang diverifikasi sudah mencapai 97 persen atau sebanyak 24.513 KPM yang yang layak masuk dalam DTKS,” ujar Ririk seperti diberitakan New Malang Pos.


Dari total sementara, untuk rinciannya yang masuk dalam PKH sebanyak 10.663 penerima. Kemudian BST sebanyak 7.626 penerima dan BPNT sebanyak 6.224 penerima.
“Sedang untuk yang tidak layak lagi masuk dalam DTKS ada 2831 orang. Jumlah sementara yang tak masuk dalam DTKS karena penerima bantuan dinyatakan sudah mampu, pindah domisili, meninggal dunia, dan menerima bantuan ganda,” bebernya.


Untuk rincian KPM yang tak kembali menerima dari tiga program itu meliputi kelompok 1253 BST, 816 PKH, dan 762 BPNT. Sementara untuk sisa 3 persen atau 218 orang yang belum dimasukkan dalam DTKS masih dilakukan tahap seleksi untuk syarat kelayakan menerima bantuan.


Dalam seleksi yang dilakukan membutuhkan waktu. Karena harus melalui koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan. Mengingat pemerintah desa/kelurahan yang mengetahui kondisi riil warganya apakah layak masuk dalam DTKS atau sudah sejahtera.


Lebih lanjut, untuk pemutakhiran DTKS bakal dijadikan pedoman dalam menyalurkan program bantuan kepada KPM di bulan April ini. Karena itu Dinsos menggerakkan pendamping PKH dan pekerja sosial masyarakat (PSM) untuk mempercepat tahapan verifikasi. (eri/nmp/On)