Dipicu Perkara Sate, Pengunjung Telaga Sarangan Magetan Adu Jotos

Dipicu Perkara Sate, Pengunjung Telaga Sarangan Magetan Adu Jotos
Tangkapan layar video adu jotos di Telaga Sarangan

Omahnews – Sebuah video adu jotos di wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan beredar. Video tersebut tersebar melalui pesan WhatsApp secara berantai.

Dalam video berdurai 31 detik itu terlihat orang berkerumun. Kemudian tampak adanya adu mulut. Kemudian beberapa orang berusaha melerai mereka yang diduga melakukan adu jotos.
“Benar, yang viral itu di Telaga Sarangan. Masuk wilayah hukum polsek kami (Polsek Plaosan),” ujar Kapolsek Plaosan, AKP Munir, mengutip Klikjatim Rabu (2/6/2021).

Dia menjelaskan, kejadian itu pada hari libur peringatan lahirnya pancasila, yaitu tepatnya tanggal 1 Juni 2021 lalu. Saat itu di Telaga Sarangan memang sedang banyak pengunjung.

Bahkan pihak yang merasa dirugikan pun melaporkan kejadian ini kepada polisi.
“Kami telah menerima laporannya. Kedua belah pihak merasa dirugikan. Tapi masih kami dalami,” katanya.

Kasus adu jotos di Telaga Sarangan itu masih didalami kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengetahui pemicu keributan tersebut.
“Beberapa saksi telah kami panggil kemarin,” ujar AKP Munir.

Munir menyebut, dari hasil keterangan para saksi pada 1 Juni 2021 itu ada rombongan dari luar kota yang sedang makan di salah satu rumah makan di area wisata.
“Saat menunggu pesanan makanan di rumah makan itu jadi, anak dari keluarga itu meminta sate. Apalagi memang di Sarangan itu penjual satenya berkeliling,” ujarnya.

Keluarga itu kemudian memesan empat porsi sate yang dijajakan penjual keliling itu. Namun mereka makan di dalam rumah makan.
“Pemilik rumah makan menegur tukang sate, karena telah berjualan di sekitar rumah makannya. Dari situ terjadi cek cok mulut. Pengunjung yang pesan langsung membayar sate dan melerai mereka. Tapi ada pihak yang tidak terima akhirnya terjadi adu jotos,” paparnya.

Munir mengaku bahwa setelah kejadian berlangsung, kedua pihak sudah sempat didamaikan di Pos Polisi Telaga Sarangan. Namun mereka sama-sama tidak terima, akhirnya saling membuat laporan polisi.
“Semua merasa dirugikan. Mereka sama-sama laporan atau saling lapor,” tambahnya.

Mantan Kapolsek Barat itu mengaku, saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti. Dia juga sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan.
“Jadi belum bisa disimpulkan. Siapa yang menyerang, siapa korban dan siapa yang duluan. Kami masih mendalami,” terang AKP Munir.

Menurutnya, akibat insiden ini ada 4 orang yang terluka. Satu di antaranya luka parah sehingga dilakukan visum.
“Visumnya telah keluar. Yang jelas memang ada yang parah,” pungkasnya.

Kini, Unit Reskrim Polsek Plaosan masih mendalami dan mempelajari untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam adu jotos tersebut.
“Siapa yang terlibat, siapa yang memulai, terus akan kami dalami. Sambil mencari fakta di lapangan,” pungkasnya. (jatim)