Era Baru Wakaf Kontemporer

Era Baru Wakaf Kontemporer
ilustrasi

RAMADAN merupakan bulan istimewa karena Allah akan melipatgandakan pahala bagi setiap kebaikan. Karena itulah, Ramadan selalu diikuti upaya-upaya pengembangan kebaikan. Di antaranya, pengembangan filantropi umat Islam yang sangat penting, yaitu wakaf. Kemarin Bank Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan produk baru wakaf, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR002.

CWLS merupakan ijtihad baru di bidang wakaf. Produk ini merupakan pengembangan atas wakaf uang sesuai dengan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002. Pengelola wakaf (nazir) wakaf uang atau wakaf tunai harus menginvestasikan wakaf tersebut agar memperoleh hasil. Pendapatan itulah yang nanti disalurkan kepada penerima wakaf (mauquf alaih).

Di sinilah CWLS diperlukan sebagai suatu instrumen investasi bagi para nazir. Uang wakaf diinvestasikan pada sukuk CWLS dan hasilnya disalurkan kepada penerima wakaf. Dengan adanya CWLS, nazir tak akan kesulitan menginvestasikan dana wakaf. Selain itu, dengan adanya sukuk khusus yang dijamin pemerintah, ketentuan bahwa barang wakaf tidak akan hilang atau berkurang bisa dijaga.

CWLS SWR002 ini merupakan sukuk ritel dengan nilai minimal Rp 1 juta tanpa batas maksimal dengan tenor dua tahun. Imbal hasilnya 5,57 persen setahun yang akan disalurkan oleh nazir sesuai dengan keperluan. Pada CWLS SW001 tahun lalu, ada diskonto dan kupon. Diskonto digunakan nazir untuk renovasi rumah sakit dan membeli alat kesehatan, sedangkan kupon diberikan tiap bulan untuk pelayanan operasi katarak gratis.

Inovasi Wakaf
CWLS hanya satu di antara pengembangan wakaf. Sebelumnya, ada wakaf uang yang memberikan kemudahan kepada umat Islam untuk berwakaf. Dengan adanya wakaf uang, siapa pun bisa berwakaf. Bahkan hanya dengan uang seribu rupiah.

Dengan jumlah muslim 230 juta dan hanya sekitar 10 persen yang miskin, berarti potensi wakif (orang yang berwakaf) mencapai 207 juta muslim. Jika mereka berwakaf Rp 100.000, potensi per tahun mencapai Rp 20,7 triliun. Potensi riilnya tentu jauh lebih besar karena pertumbuhan kelas menengah muslim yang luar biasa dan berwakaf hingga jutaan rupiah.
Ada lagi inovasi wakaf baru sesuai dengan Fatwa MUI No 106 Tahun 2016, yaitu wakaf manfaat asuransi dan investasi. Dengan wakaf ini, hasil investasi dan uang pertanggungan asuransi bisa diwakafkan sampai persentase tertentu. Potensi wakaf ini sangat besar mengingat asuransi jiwa syariah berkembang cukup pesat di Indonesia.

Fatwa ini juga mendorong pengembangan wakaf waris atau wakaf wasiat. Seorang muslim bisa menuliskan ikrar wakaf bahwa sekian persen dari hartanya akan diwakafkan sebelum dibagi untuk ahli waris. Wakaf waris ini memiliki potensi yang besar karena punya kelebihan. Seseorang tidak merasa berat mewakafkan hartanya karena baru akan diserahkan setelah meninggal.