Era Baru Wakaf Kontemporer

Era Baru Wakaf Kontemporer
ilustrasi

Selain itu, ada wakaf saham dan wakaf sementara atau waktu tertentu. Potensi dua model wakaf ini juga sangat besar. Pemilik perusahaan atau pemegang saham bisa mewakafkan sahamnya ke nazir wakaf uang yang dalam pengelolaannya bisa bekerja sama dengan fund manager. Wakaf sementara juga dimungkinkan dengan menyerahkan nilai manfaat atas suatu aset untuk waktu tertentu.

Wakaf di Atas Wakaf
Salah satu inovasi wakaf yang sangat penting adalah Sukuk Linked Waqf (SLW). Jika CWLS adalah instrumen investasi, SLW adalah produk wakaf yang diterbitkan oleh nazir. SLW ini potensial untuk memproduktifkan tanah-tanah wakaf yang selama ini menganggur. Mekanismenya hampir sama dengan mekanisme penerbitan wakaf biasa. Hanya, penerbitnya adalah nazir wakaf.

Inovasi lain adalah wakaf di atas wakaf. Nazir menawarkan wakaf uang yang akan digunakan untuk membiayai tanah-tanah wakaf yang potensial namun menganggur. Jadi, beda dengan CWLS di mana wakaf uang diinvestasikan pada instrumen keuangan syariah, wakaf ini diinvestasikan pada usaha produktif.

Sukuk Linked Waqf dan Wakaf di Atas Wakaf ini merupakan inovasi yang luar biasa. Sebab, jika berhasil diwujudkan, tanah wakaf yang sangat besar benar-benar akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Aset wakaf di Indonesia memang sangat besar. Saat ini tanah wakaf yang tercatat di Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencapai 414 juta hektare. Sayang, sebagian besar hanya dimanfaatkan untuk makam, masjid, dan pesantren. Sebagian lagi menganggur. Jika bisa diproduktifkan, nilai ekonominya akan sangat besar dan efektif menyejahterakan umat Islam.

Wakaf seharusnya juga bisa menjadi instrumen penting dalam mengakselerasi ekonomi syariah. Untuk bank syariah, misalnya, problem kurang efisien dan mahal bisa diatasi dengan wakaf. Para nazir wakaf uang bisa membeli kepemilikan bank syariah yang akan memberikan dua keuntungan. Di satu sisi modal dari wakaf bakal menurunkan cost of fund perbankan syariah, di sisi lain bisa memberikan keuntungan terhadap harta wakaf.

Dalam skala kecil, ini sudah dilakukan pemerintah dengan membentuk Bank Wakaf Mikro di banyak pesantren. Dengan dana wakaf, Bank Wakaf Mikro bisa memberikan pembiayaan kepada usaha mikro dengan margin (murabahah) hanya 3 persen per tahun. Ini sangat membantu usaha mikro untuk berkembang.

Berbagai inovasi tersebut diyakini menjadikan wakaf sebagai instrumen ekonomi penting di Indonesia. Apalagi, inovasi-inovasi tersebut didukung teknologi digital yang menjadikan seluruh proses lebih mudah dan transparan. Saat kepercayaan masyarakat meningkat, kaum muslimin akan berbondong-bondong berwakaf. Sebab, bagi muslim, wakaf ini adalah implementasi dari sedekah jariah yang pahalanya terus mengalir meski wakif telah wafat. Wallahu a’lam. (JP))

Oleh : Imron Mawardi, Dosen Ekonomi Syariah FEB Unair dan ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur.

Exit mobile version