Gempa Blitar Rusak 30 Rumah di Malang Raya, 77 Bangunan di Blitar

Gempa Blitar Rusak 30 Rumah di Malang Raya, 77 Bangunan di Blitar
Personel TNI dan Polri mengecek kondisi rumah warga yang rusak akibat gempa (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

Omahnews – Gempa bumi yang terjadi di tenggara Kabupaten Blitar pada Jumat malam, 21 Mei 2021, menyebabkan 30 rumah warga rusak di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Data sementara, ada 30 rumah yang mengalami kerusakan,” kata Sadono, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, mengutip Tempo, sabtu (22/05/221).

Menurut Sadono, gempa menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Dampit, Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Gondanglegi, Kecamatan Kalipare, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Tirtoyudo.

“Untuk (data jumlah rumah dengan) kategori rusak ringan, sedang, atau berat masih belum bisa disampaikan. Saat ini masih data kerusakan terlapor yang kami terima,” katanya.

Sadono mengatakan, bahwa tim BPBD Kabupaten Malang bersama relawan dan pemangku kepentingan terkait masih mendata kerusakan yang timbul akibat gempa bumi yang berpusat di tenggara Blitar.
“Pantauan saat ini, memang tidak ada dampak yang luas. Namun, tim di lapangan masih menggali informasi,” katanya.

Gempa bumi yang terjadi di tenggara Kabupaten Blitar getarannya terasa di sejumlah daerah, termasuk wilayah Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Mengutip dari Tribun, hingga Sabtu (22/5/2021), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar masih mendata jumlah kerusakan dampak gempa bumi pada Jumat (21/5/2021).

Data sementara dari BPBD Kabupaten Blitar hingga Sabtu (22/5/2021) pukul 00.30 WIB menyebutkan ada 77 bangunan rusak akibat peristiwa gempa bumi.

Kerusakan bangunan terjadi di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar.
Antara lain di Bakung, Binangun, Doko, Gandusari, Garum, Kanigoro, Panggungrejo, Wates, Selopuro, Talun, dan Wlingi.
Mayoritas bangunan rusak merupakan rumah milik warga.

Selain itu, juga ada bangunan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, puskesmas, dan kantor yang rusak akibat gempa bumi.
Kerusakan pada rumah warga paling banyak genteng rumah rontok dan dinding retak-retak.
Kerusakan rumah warga paling banyak terjadi di Kecamatan Panggungrejo ada sekitar 29 rumah.

“Itu data sementara yang sudah masuk ke BPBD Kabupaten Blitar. Kami masih terus mengupdate data kerusakan dampak gempa bumi,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Blitar, Nadek, Sabtu (22/5/2021).

Nadek mengatakan juga ada laporan satu korban luka di wilayah Kecamatan Wonotirto.
Satu korban luka itu tertimpa genteng di bagian kepala saat terjadi gempa bumi.
“Satu korban luka sudah dilakukan perawatan dan sudah pulang ke rumah,” ujarnya. (online)