Gempa Malang Selatan, 1 Pemotor Tewas Tertimpa Batu di Bukit Piket Nol

Gempa Malang Selatan, 1 Pemotor Tewas Tertimpa Batu di Bukit Piket Nol
motor tertimpa Batu

Omahnews – Seorang pengendara motor tewas tertimpa batu yang jatuh dari Bukit Piket Nol Lumajang saat terjadi gempa bumi berkuatan 6,7 SR di Malang Selatan.

Dalam kejadian itu, seorang pengendara motor lainnya terluka namun langsung mendapatkan perawatan. BMKG meminta warga tidak panik atas terjadinya gempa bumi yang mengguncang Jatim pada pukul 14.00.

Melansir dari Klikjatim, tidak banyak informasi yang diperoleh dari kejadian pemotor yang tertimpa batu di Piket Nol Lumajang. Menurut Andi Pamudji, salah satu relawan di wilayah tersebut, saat gempa terjadi, sejumlah batuan yang ada di bukit Piket Nol ikut rontok. Dan tak lama kemudian batu berukuran besar dengan diameter sekitar 2 meter tiba-tiba jatuh dan menimpa pengendara motor di jalan.
“Kabarnya ada dua pemotor yang tertimpa, namun yang satu meninggal satunya lagi berhasil menyelamatkan diri,”kata Andi Pamudji.

Sementara itu Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menegaskan gempa tektonik M 6,7 yang mengguncang Selatan Jawa tidak berpotensi tsunami. Dikatakan, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14:00:16 WIB.
“Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M=6,7 kemudian diupdate menjadi magnitudo Mw=6,1,” beber Bambang.

Ditambahkan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km.

Terkait jenis dan mekanisme gempa bumi, Bambang mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tandasnya.

Selain itu, sejumlah rumah warga di Lumajang dilaporkan rusak.
Meskipun tidak bepotensi terjadi Tsunami, namun gempa tersebut merusak beberapa rumah warga di Kabupaten Lumajang. Di antaranya di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
“Saya masih melakukan monitor terhadap laporan warga, informasinya ada rumah warga, tapi belum saya cek, nanti saya kabari lagi,” terang Dedy, salah satu perangkat Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo.

Sementara dari pantauan radarbromo, ada beberapa rumah warga yang roboh di Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe. Selain di Pasrujambe, beberapa rumah warga Tengger di Kecamatan Senduro dilaporkan rusak. (ris/kjt/on)

Exit mobile version