Google Tak Lagi Jadi ‘Search Engine’ Utama di Android

Google Tak Lagi Jadi ‘Search Engine’ Utama di Android
ilustrasi

Omahnews – Kemungkinan besar, Google tak lagi jadi mesin pencari utama di Android di masa depan. Sebab perusahaan itu akan membiarkan rival jadi pilihan mesin pencarian default pada Android secara gratis.

Google akan membuang sistem lelang yang memaksa penyedia layanan lain untuk menawar hak agar ditampilkan jadi pilihan mesin pencarian secara default, dikutip Engadget, Rabu (9/6/2021).

Hal ini setelah adanya denda US$5 miliar dan tindakan anti monopoli pada 2018 lalu. Orang-orang di Eropa akan bisa memilih aplikasi dan layanan inti mana untuk digunakan pada Android, daripada harus menggunakan produk Google terlebih dulu.

Para pengguna di wilayah itu akan mendapatkan pilihan saat setting up perangkat atau setelah melakukan factor reset. Mereka bisa memilih mesin pencarian default dari beberapa pilihan.

Namun tiga penyedia layanan yang dihadirkan dengan pilihan bersama Google Search telah ditentukan dalam sebuah proses penawaran secara tertutup.

Sejumlah layanan penyedia mesin pencarian pesaing menyebut metode pay-to-play tidak adil. Kepada Tech Crunch, Komisi Eropa mengatakan bahwa masuk setelah pesaing menandai keraguan atas pendekatan tersebut.

Komisi Eropa juga mengatakan berdiskusi dengan Google artinya meningkatkan pilihan pada layar untuk mengatasi masalah tadi.

Google juga sudah membuka suara perihal masalah ini. Kepala Kompetisi Google untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika dalam blog mengatakan setelah ada masukan dari Komisi Eropa, Google telah membuat perubahan terakhir pada Layar Pilihan.

Pilihan itu termasuk untuk membuat penyedia pencarian yang memenuhi syarat berpartisipasi secara gratis.

“Kami juga akan meningkatkan jumlah penyedia layanan yang tampil dalam layar. Perubahan itu akan berlaku mulai September tahun ini pada perangkat Android,” kata dia. (cnbc)