Guru Sudah Rindu Mengajar

Guru Sudah Rindu Mengajar
Syaiful Bahri

Omahnews – Syaiful Bahri, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Menengah Pertama Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan, tuntutan masyarakat agar pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan sangat tinggi.

“Mereka berharap anak-anak segera masuk ruang kelas. Pendidikan di Indonesia tak disiapkan untuk daring. Dari awal sekolah kita adalah luring, tanpa jaringan (internet),” kata Syaiful.

Selama pembelajaran sekolah secara daring, ada banyak kendala yang muncul. Salah satunya jaringan internet. Para siswa yang tinggal di kawasan pinggiran Jember mengalami kesulitan belajar daring.

Para guru kemudian berupaya agar para siswa yang kesulitan pembelajaran daring tetap bisa mengikuti pembelajaran.
“Kita datangi rumahnya, ternyata si anak tidak ada di rumah. Main. Ada yang kita datangi ke rumahnya, ternyata tidur. Sampai orang tua angkat tangan, bagaimana mengatasi semacam ini,” kata Syaiful.

Terlalu lamanya pembelajaran daring, menurut Syaiful, membuat upaya mengembalikan mental dan kemauan siswa untuk bangun pagi dan bersekolah tatap muka nantinya akan sangat sulit.
“Mereka sudah terbiasa dengan kebebasan. Kalau (pelajaran) daring tak bisa dibuka pagi, bisa dibuka sore,” katanya.

Guru sendiri sudah rindu mengajar. “Guru-guru kangen dengan muridnya. Ini kan hubungan psikologis dengan mereka tidak ternilai,” kata Bambang Hariono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Bambang mengaku menerima permohonan ujian tatap muka ini dari 328 sekolah menengah pertama dan 1.028 sekolah dasar.
“Wali murid sudah membuat pernyataan kepada kepala sekolah untuk ujian sekolah tatap muka dan pembelajaran tatap muka,” katanya, Rabu (7/4/2021).

Jumlahnya tidak main-main, yakni 290.647 orang tua SD dan 22.675 orang tua siswa SMP yang tanda tangan.
Surat itu disampaikan ke satuan tugas penanganan Covid-19 tingkat kabupaten. Dispendik sendiri sudah menerbitkan surat petunjuk teknis pelaksanaannya. “Untuk pembelajaran tatap muka, hanya 50 persen siswa yang masuk kelas. Kita lakukan simulasi, bagaimana alur anak itu masuk, didisinfektan, bagaimana pulangnya, di petunjuk teknis sudah ada,” kata Bambang.