Hacker Malaysia Klaim Retas 5 Ribu CCTV di Israel

Hacker Malaysia Klaim Retas 5 Ribu CCTV di Israel
Ilustrasi hacker. (Istockphoto/ South_agency)

Omahnews – Sekelompok hacker bernama DragonForce Malaysia yang diduga berasal dari Malaysia, menyatakan telah meretas 5.000 CCTV di pemukiman penduduk hingga lembaga pemerintah top yang ada di Israel.

Hacker itu mengunggah sebagian hasil tangkapan gambar CCTV di Facebook yang menampilkan bagian dalam rumah penduduk Israel. Mereka juga menuliskan pesan yang menamakan diri sebagai formasi perang dan pertempuran rakyat Malaysia.
“Kami lebih dekat dari yang Anda pikirkan,” tulis unggahan itu.

Dikutip World of Buzz, kelompok itu melakukan peretasan di bawah OpsBedil yang jika diartikan sebagai serupa ‘Operasi Senapan’ yang diasumsikan berkaitan dengan konflik Israel dan Palestina yang terjadi belakangan.
Belakangan banyak pengguna media sosial di Malaysia menyatakan bahwa Israel telah menyatakan berperang dengan negara mereka.

Hal ini juga dispekulasikan terkait serangan hacker Malaysia dan Indonesia yang menyerang pusat data dan akun media sosial Israel.
“Bila Israel declare perang semalam dengan Malaysia kan, risau pulak nak pergi tempat2 hotspot mcm KLCC, Pavilion etc takut kena serang. Remember a few years ago ada Palestinian killed in Malaysia by an Israeli agency. This is serious tau, we are at war.” cuit salah satu netizen.

Sebelumnya Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin menyatakan kekecewaan karena komunitas internasional enggan menghentikan kekerasan yang meningkat di Palestina sejak awal Mei.

Dalam pidatonya Yassin mengatakan Malaysia akan terus mendorong komunitas Internasional terutama Dewan Keamanan PBB segera bertindak memaksa Israel menghentikan gempuran terhadap rakyat Palestina.
“Malaysia akan terus bekerja untuk meminta komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, untuk segera bertindak untuk memaksa Israel menghentikan serangannya terhadap rakyat Palestina,” ujarnya seperti dikutip Polygraph.

Malaysia bersama negara mayoritas muslim di Asia Tenggara seperti, Indonesia dan Brunei Darussalam menyatakan kutukan pada Israel atas gempuran pada wilayah penduduk Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.(CNN)