Inilah Negara yang Sudah Bebas COVID-19 dan Lepas Masker

Inilah Negara yang Sudah Bebas COVID-19 dan Lepas Masker
Australia berhasil atasi COVID-19. Foto: (Nick Perry/AP)

Omahnews – India dihantam kasus COVID-19 sampai babak belur, diduga ini disebabkan oleh mutasi virus corona yang sangat mudah menular.

Indonesia sendiri masih berjuang melawan COVID-19. Hingga 3 Mei pukul 18.07 WIB, terdapat total kasus positif 1.682.004, 45.949 meninggal dunia, dan 1.535.491 sembuh.

Di tengah gejolak angka pasien COVID-19 di dunia yang sudah mencapai total kasus 152 juta lebih, negara-negara ini sudah bebas kasus corona dan lepas masker.
Negara mana saja?
Inilah datanya yang dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (4/5/2021), dikutip dari detik :

Selandia Baru
lebih dari 50 ribu orang berdesakan menyaksikan konser di stadion Eden Park pada Sabtu (24/4). Mereka terlihat bebas bersenang-senang menikmati musik tanpa masker.
Melalui kombinasi lockdown dan penutupan perbatasan, Selandia Baru berhasil memberantas virus corona, dengan 2.600 kasus dan 26 kematian yang dilaporkan sejak dimulainya pandemi, menurut database New York Times.

Australia
Australia termasuk negara yang dengan ketat melakukan lockdown. Upaya menjaga protokol kesehatan juga ditaati masyarakat sehingga perkembangan kasus COVID-19 bisa diatasi dengan baik. Bahkan, Australia kini sudah membuka travel untuk Selandia Baru.
Kini tidak ada penularan baru maupun kasus COVID-19 yang aktif di sana. Tidak ada lagi aturan untuk wajib mengenakan masker ketika berbelanja. Kendati demikian menurut pejabat sementara Menteri Utama Victoria, James Merlino, masker masih harus digunakan bila bepergian menggunakan transportasi umum, taksi, di rumah sakit dan di rumah perawatan lansia.

China
Wuhan merupakan kota di mana pertama kalinya virus corona ditemukan. Setelah kewalahan, Wuhan dinyatakan berhasil menanggulangi COVID-19 dan kini mereka sudah bisa berkumpul bebas tanpa masker.
Terlihat dari Wuhan Music Strawberry Festival. Acara itu dihadiri 11 ribuan orang. Masyarakat di Wuhan ikut menyanyi, berteriak kencang, mengikuti aksi favorit dari band yang tampil di panggung.

“Tahun lalu kami (di Wuhan) melawan virus Corona,” kata siswa berusia 23 tahun dan warga Wuhan Gao Yuchen seperti dikutip dari Reuters.
“Tidak mudah untuk mencapai situasi seperti saat ini. Orang-orang di sini berusaha keras dan membayar mahal semuanya. Jadi, saya merasa sangat senang berada di festival ini,” Gao menambahkan.(Dtk)