Inilah Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin COVID-19

Inilah Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin COVID-19
Petugas Dinas Kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac kepada Takmirul Masjid di Masjid Baiturrahman, Kabupaten Gorontalo. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Omahnews – Sudah sekitar empat bulan program vaksinasi COVID-19 berjalan di seluruh Indonesia. Kalau pada tahap sebelumnya, orang rentan dan berisiko tinggi yang divaksin, kini tiba giliran masyarakat umum divaksinasi.

Nah, persiapkan diri Anda semaksimal mungkin agar penyuntikan berjalan lancar tanpa hambatan nantinya. Salah satu langkahnya, simak dulu syarat vaksinasi COVID-19 berikut.

Usia di Atas 18 Tahun
Dilansir dari Corona.Jakarta, syarat penerima vaksin COVID di Indonesia sudah berusia di atas 18 tahun. Vaksin virus corona tidak diperkenankan diberikan pada orang di bawah usia 18 tahun atau anak-anak.
Uji klinis vaksin untuk anak dan remaja di bawah 18 tahun masih dilakukan. Namun, kabar baiknya, saat ini vaksin Pfizer sudah diberikan pada anak di atas 12 tahun di Amerika Serikat.

Tidak Sedang Positif COVID-19
Orang yang dinyatakan positif COVID-19 perlu menunda vaksinasi sampai benar-benar dinyatakan sembuh.
Setelah sembuh, seperti dijelaskan dr. Dyah Novita Anggraini, Anda harus menunggu setidaknya 3 bulan untuk mendapatkan vaksinasi virus corona.

Meski tubuh sudah memiliki antibodi, menurut WHO, vaksin tetap harus diberikan. Vaksin akan bertindak sebagai booster untuk memperkuat imunitas tubuh.
Ada juga beberapa kasus orang yang terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya. Hal ini yang membuat vaksinasi kepada orang yang pernah terpapar COVID-19 menjadi penting.

Tidak Sedang Hamil
Dikutip dari Yalehealth, sejauh ini baru ada data terbatas soal keamanan vaksin COVID-19 untuk ibu hamil.
Tekanan Darah Normal dan atau Terkontrol
Pengecekan tekanan darah adalah salah satu skrining awal sebagai syarat vaksinasi COVID-19. Bila ketika skrining tekanan darah Anda di atas ataupun sama dengan 180/110, vaksinasi tidak bisa diberikan.

Lantas, bagaimana dengan penderita tekanan darah tinggi, bisakah mereka divaksin? Meski sempat menjadi perdebatan, Kemenkes RI telah mengeluarkan surat edaran bahwa penderita hipertensi diperbolehkan menerima vaksin COVID-19.
Namun, mereka wajib memeriksakan tekanan darahnya sebelum vaksinasi virus corona. Tekanan darah mereka pun harus terkontrol.

Tidak Memiliki Reaksi Alergi Parah
Masih dalam Yalehealth, orang yang punya reaksi alergi parah atau anafilaksis terhadap bahan (komponen) dari vaksin virus corona tidak diperkenankan menerima vaksin.
Anda yang punya reaksi alergi berat terhadap vaksin ataupun obat suntik wajib berkonsultasi dengan dokter atau penyedia kesehatan sebelum divaksinasi COVID-19. Setelah divaksinasi, orang dengan reaksi alergi parah juga wajib diobservasi setidaknya 30 menit.

Bila setelah vaksin pertama Anda menunjukkan reaksi alergi–seperti sesak napas, bengkak, kemerahan di seluruh badan, atau reaksi berat lainnya–perlu dipertimbangkan untuk tidak menerima dosis vaksin kedua. Bicarakan hal ini dengan dokter Anda.

Exit mobile version