Jambret Handphone Tumbang Usai Ditendang Gadis 18 Tahun

Jambret Handphone Tumbang Usai Ditendang Gadis 18 Tahun
Jambret Dimassa Pasuruan

Omahnews – Seorang jambret handphone babak belur dihajar warga setelah keok ditangan gadis 18 Tahun, di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Pelaku diketahui bernama Ilyas (32), warga Dusun Clumprit, Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
“Kami yang datang ke TKP butuh usaha keras untuk menenangkan warga yang marah. Setelah itu pelaku berhasil kita amankan ke mapolsek,” jelas Kapolsek Prigen, Polres Pasuruan, AKP Bambang Tri Sutrisno.
Sementara itu menurut penuturan korban, Riski Nur Aisyah (18), saat itu dia berangkat dari rumahnya di Kecamatan Pandaan menuju ke rumah temannya di Kecamatan Prigen.

Ketika baru sampai Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, korban tiba-tiba dipepet dari kiri oleh pelaku yang berboncengan menggunakan motor Satria FU. Pelaku mengambil handphone (HP) korban yang diletakkan dalam dashboard motor.
“Pelaku berboncengan dua orang. Setelah ambil HP saya, pelaku mengejek saya. Wu..wu..wu..gitu,” jelas korban.
Setelah HP-nya dijambret dan diejek pelaku, korban marah. Dia berteriak minta tolong, tapi tidak ada warga yang merespon. Korban pun mengejar sendiri kedua pelaku.

Pengejaran yang dilakukan korban berlangsung sekitar 30 menit. Dan sampai di simpang tiga tanjakan menikung Desa Dayurejo, korban berhasil menendang motor pelaku hingga oleng menabrak pagar rumah warga, lalu jatuh di jalan.
“Motor pelaku saya tendang dua kali. Pertama gak jatuh, baru kedua kalinya itu jatuh setelah oleng menabrak pagar,” papar korban.

Setelah kedua jembret itu tumbang, warga datang membantu korban. Satu di antara pelaku berhasil kabur setelah turun ke jurang. Sedangkan satu pelaku lain bernama Ilyas berhasil dikepung warga dan dihajar sampai babak belur.
Riski Nur Aisyah masih tidak menyangka jika dirinya bisa melumpuhkan dua penjahat jalanan yang merampas handphone (HP) miliknya di Pasuruan.
Selain sudah tertinggal sekitar 500 meter, Aisyah hanya mengendarai motor Honda Beat. Sedangkan dua pelaku berboncengan, menggunakan motor Satria FU.