Jelang Ramadhan Kala Pandemi Tahun Kedua

Jelang Ramadhan Kala Pandemi Tahun Kedua
Ilustrasi sambut ramadhan

Persiapan menyambut momen Ramadhan tentunya tidak hanya dilakukan oleh masyarakat, tetapi juga dilakukan oleh Pemerintah, Stakeholder dan juga para pelaku usaha sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

Bagi masyarakat, biasanya persiapan utama yang dilakukan menjelang Ramadhan adalah persiapan fisik, dengan menjaga kesehatan jasmani dan rohani agar tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Antusiasme mengikuti anjuran Pemerintah dalam program Vaksinasi Covid-19, merupakan salah satu upaya untuk tetap sehat dan terhindar dari wabah Covid-19. Demikian pula dengan kedisiplinan dalam menjalankan kehidupan new Normal nampaknya sudah menjadi bagian dari budaya di masyarakat Kota Pasuruan dalam satu tahun terakhir ini.


Dampak positif terhadap kesehatan masyarakat secara bertahap tercermin dari data yang disajikan Tim Satgas Covid-19 Kota Pasuruan menunjukkan adanya perubahan signifikan dari jumlah kasus baru rata-rata selama 7 hari pada akhir februari 2021 dari angka 7.997 menjadi 5.024 kasus baru.


Semangat menuju zona kuning dan hijau terus digaungkan oleh Pemerintah daerah dalam tiga bulan kedepan dengan harapan dapat dicapai oleh Kota Pasuruan. Salah satunya secara bersama-sama terus menerus mensosialisasikan dan mengupayakan gerakan 5 M yaitu sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menggunakan masker, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.
Informasi dan pesan melakukan gerakan 5 M diberbagai kesempatan dan tempat disampaikan melalui iklan, media sosial dan media informasi.


Momen Ramadhan dan hari raya juga menjadi perhatian bagi para pelaku usaha.
Arahan dan support dari kementerian terkait melalui pemerintah daerah atau dinas terkait dalam menghadapi pandemi Covid-19 kepada para pelaku usaha, tentunya menjadi bekal para pelaku usaha dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan inovasi dalam pelayanannya. Salah satunya pelayanan melalui online yang cepat, menarik dan terjangkau harganya oleh masyarakat menjadi alternative tersendiri bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.


Persiapan jelang Ramadhan yang dilakukan oleh Pemerintah tentunya mengupayakan untuk menjaga stock pangan agar kestabilan harga tertap terjamin sehingga tidak membebani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan utamanya.
Oleh karena itu pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pada jelang momen-momen besar seperti Ramadhan dan hari raya, sebaiknya dilakukan dengan kegiatan antara lain melakukan evaluasi dan monitoring serta strategi atau pengambilan kebijakan yang tepat dalam hal penyediaan dan pengendalian harga kebutuhan pangan dan non pangan.


Untuk mengetahui fenomena harga komoditas bahan pokok di Kota Pasuruan, BPS mencoba merekap dari data sekunder yang disajikan Disperindag Jawa Timur dalam aplikasi Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok) hingga akhir maret 2021. Selama bulan Januari hingga Maret 2021, menunjukkan bahwa di Kota Pasuruan umumnya tren harga komoditas bahan pokok mengalami puncak harga tertingi di awal-awal tahun. Harga komoditas terus menjadi stabil dan relative terjaga hingga bulan Maret dan bahkan beberapa komoditi terus mengalami penurunan harga di bulan berikutnya.

Exit mobile version