Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan Tubuh
Daun Beluntas

Omahnews – Indonesia memiliki banyak sekali tanaman obat. Siapa sangka, daun beluntas yang sering ditemukan di pinggir jalan rupanya punya khasiat kesehatan.


Melansir dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 9.000 spesies tanaman dan hewan yang memiliki khasiat obat belum dimanfaatkan secara optimal.


Kali ini, Omahnews membahas salah satu herbal yang mudah ditemukan, yakni daun beluntas. Daun yang memiliki nama Latin Pluchea indica (L) Less ini memiliki gerigi di pinggirannya.
Tanaman tersebut dapat tumbuh secara rimbun sehingga sering dijadikan pagar atau pembatas alami di area tempat tinggal. Tak sedikit juga yang tumbuh secara liar di pinggir jalan atau menghiasi taman-taman.
Sayangnya, belum banyak yang tahu soal manfaat daun beluntas untuk kesehatan.


Antioksidan menjadi andalan dari daun beluntas. Mulai dari asam klorogenat, quercetin, flavonoid, sampai asam kafeat, semuanya juga ada di dalam daun yang satu ini.
Adapun efek positif yang bisa didapat sebagai khasiat daun beluntas, antara lain:

  1. Mencegah Penuaan Dini
    Jika makanan yang dikonsumsi mengandung banyak antioksidan, salah satu kebaikan yang bisa dirasakan adalah mencegah penuaan dini.
    Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, daun beluntas dapat mencegah penuaan dini yang disebabkan oleh radikal bebas.
    “Daun ini juga mampu membantu pergantian sel-sel kulit mati, sehingga penampilan kulit menjadi lebih baik,” tutur dr. Dyah Novita.
  2. Mencegah Penyakit Jantung
    Tak cuma tentang penuaan dini, antioksidan dalam daun beluntas juga berperan penting dalam mencegah kondisi kronis, khususnya penyakit jantung dan diabetes
    Jika dikombinasikan dengan penerapan gaya hidup sehat, olahraga, asupan sehat dan seimbang, menjauhi merokok dan asapnya, serta mengelola stres dengan baik, khasiat tersebut bisa dirasakan dengan lebih optimal.
  3. Mengobati Penyakit Rematik
    “Daun beluntas juga dapat dijadikan sebagai pengobatan rematik. Sebab, daun tersebut memiliki kandungan antiradang,” ucap dr. Dyah Novita.
    Tanaman yang pinggirannya bergerigi ini sebenarnya bukan satu-satunya herbal yang dapat membantu penyembuhan radang sendi.
    Jahe, kunyit, kayu manis, lada hitam, sampai bawang putih juga memiliki khasiat yang sama.
  4. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka
    Terjatuh di pinggir jalan dan kulit luka? Coba bersihkan luka tersebut dengan air mengalir, lalu cari daun beluntas di sekitar Anda.
    Selain bersifat antiradang, herbal yang satu itu juga dapat menjadi antibakteri alami sehingga mencegah infeksi lanjutan.
    Ekstrak beluntas yang mengandung saponin, tanin, dan terpenoid mampu mempercepat proses penyembuhan dan penutupan luka di kulit.
    Studi yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara pernah meneliti tentang khasiat daun beluntas untuk luka pada hewan mencit.
    Hasil penelitian melaporkan, salep dengan ekstrak daun beluntas mampu menyembuhkan luka sayatan kurang lebih satu minggu.
  5. Mencegah Kerusakan Organ Hati
    Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah melakukan penelitian dengan objek serupa.
    Hanya saja, tujuan penelitian ini untuk mencari tahu manfaat daun beluntas dalam melindungi organ hati dari kerusakan.
    Ditemukan senyawa myricetin, quercetin, dan kaempferol (golongan flavonoid) dalam daun tersebut.
    Senyawa itu dapat berinteraksi dengan reseptor enzim CYP P450. Interaksi ini mampu menghambat pembentukan metabolit toksik (racun), misalnya pada metabolit toksik parasetamol.
    Hasil penelitian menunjukkan, Pluchea indica ini bisa mencegah kerusakan hati pada hewan percobaan.
  6. Mengatasi Nyeri Gigi usai Dicabut
    Studi yang dipublikasikan dalam Scientific Dental Journal (2019) melaporkan, sakit gigit akibat metode pencabutan biasanya diobati dengan obat analgesik.
    Kendati demikian, zat aktif dari daun beluntas juga dapat mengurangi rasa sakit akibat pencabutan tersebut dan menyembuhkan luka di gusi.
  7. Mengontrol Kadar Gula Darah
    Jika sedang mencari bahan alami yang mampu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, maka daun beluntas bisa jadi solusinya. Pemecahan dan penyerapan gula di usus bisa dihambat oleh herbal yang satu ini.
    Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, daun beluntas disinyalir mampu meningkatkan produksi serta kinerja insulin.
    Untuk mendapatkan dosis yang jelas, Anda bisa menikmati manfaat daun beluntas dengan mengonsumsinya dalam bentuk suplemen.

Jika ingin diolah sendiri, merebusnya menjadi teh herbal adalah cara paling mudah yang bisa dilakukan.
Caranya, ambil beberapa helai daun dan direbus bersama 300 mililiter air. Didihkan hingga airnya agak berkurang dan diamkan sampai panasnya hilang.
Untuk mencegah efek samping yang tak diinginkan, coba konsumsi segelas terlebih dulu per hari secara rutin dan pantau efeknya.
Jika punya riwayat sakit lambung, Anda dapat mengonsumsi racikan daun beluntas sesudah makan.

Bila Anda penderita penyakit ginjal, sebaiknya hindari mengonsumsi herbal yang satu ini tanpa pengawasan dokter. Sebab, hal tersebut justru akan meningkatkan beban kerja organ ginjal dan menambah kerusakannya.
Begitu pula dengan pasien yang sedang minum obat dokter secara rutin. Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun beluntas, apalagi tanpa pengawasan dokter. (KlikDokter)