Mau Dibawa Kemana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kita?

Mau Dibawa Kemana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kita?
Idi Rathomy Baisa, M.Pd

Kekhawatiran terbesar dengan kembalinya tatap muka di sekolah adalah kembalinya lagi tradisi dan kebiasaan guru dalam mengajar dengan pola konvensional. Guru cenderung mengajar dengan ceramah, teksbook, dan sekadar menuntaskan kompetensi dasar yang hanya menuntut siswa untuk menghafal materi pelajaran.

Ketika pembelajaran jarak jauh, guru memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah dengan alasan melatih kemandirian siswa, agar siswa kreatif dan belajar secara konstruktivistik. Orientasi yang baik, namun sangat disayangkan jika penugasan itu tidak diimbangi dengan adanya konfirmasi dan penguatan materi pelajaran.

Dengan datangnya kebijakan tatap muka, apakah guru kembali melaksanakan pembelajaran dengan hanya menjelaskan materi saja? Kemunduran yang lain adalah lunturnya kembali pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Saat pembelajaran daring, guru berlomba-lomba dan bersusah payah untuk belajar menggunakan perangkat komputer dan internet dalam menyajikan materi pembelajaran.

Bahkan banyak sekali guru yang tiba-tiba mahir dalam membuat video pembelajaran, merancang media pembelajaran interaktif, menggunakan berbagai macam aplikasi dan software yang sebelumnya belum dikenal. Apakah hal ini masih terus berlanjut? Siswa yang selama pembelajaran daring, pandai dan mahir dalam berselancar di dunia maya untuk mencari informasi dan bahan belajar, mahir mengoperasikan perangkat komputer dan aplikasi pembelajaran yang super canggih.

Apakah dengan PTM ini menghilangkan kebiasaan baik siswa untuk memanfaatkan IT sebagai bagian dari alat belajarnya?

Semuanya akan kembali kepada kebijakan sekolah dan sikap visioner seorang guru. Masa depan pendidikan ada di tangan sekolah dan terutama guru sebagai garda terdepan dalam mencetak lulusan yang akan memimpin dunia dan membanggakan Indonesia.(*)

Oleh: Idi Rathomy Baisa, M.Pd
Kepala Bagian Kurikulum dan Kesiswaan – Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang