Mau Dibawa Kemana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kita?

Mau Dibawa Kemana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kita?
Idi Rathomy Baisa, M.Pd

Pandemi Covid-19 lambat laun mengalami penurunan di beberapa belahan dunia. Bahkan di negara asalnya (Cina) sudah tidak ada lagi dan kehidupan masyarakat kembali normal. Beda lagi dengan di Indonesia, pandemi Covid-19 masih menghantui kehidupan di seluruh pelosok Nusantara. Namun, akhir-akhir ini secara nasional ada kebanggaan dan harapan terkait penyebaran Covid-19.

Ada kecenderungan kasus positif Covid-19 mengalami penurunan dan meningkatnya status penyembuhan secara nasional. Kabar ini sangat membanggakan dan memberikan angin segar bagi masa depan bangsa. Prestasi ini sangat diharapkan terus berlangsung untuk mengangkat kembali keterpurukan di semua lini kehidupan masyarakat termasuk dunia pendidikan.

Patut bersyukur bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan ruang gerak bagi sekolah untuk kembali membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Hal ini diperkuat dengan adanya penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 telah berlaku.
Dalam SKB itu, tersirat pula bahwa tidak perlu menunggu Juli 2021 untuk melakukan Pembelajaran tatap Muka (PTM) terbatas.

Angin segar ini disambut baik oleh banyak kalangan pendidikan termasuk orang tua. Para guru menyambut baik pembelajaran tatap muka ini. Pembelajaran tatap muka akan membuat siswa lebih aktif secara fisik, lebih bahagia karena bisa bermain bersama temannya.

Kesulitan yang dialami, tidak semua siswa dapat menangkap penjelasan guru secara daring. Belum lagi ditambah keluhan orang tua yang juga harus terlibat langsung dalam mendampingi anaknya belajar di rumah. Kejenuhan dan keluhan orang tua ini akan terjawab dan terselesaikan dengan adanya PTM.

Tidaklah mudah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas karena tidak semua siswa masuk ke sekolah. Untuk memenuhi protokol kesehatan, hanya 50 persen yang diperkenankan masuk sekolah dan selebihnya masih melaksanakan pembelajaran di rumah.

Exit mobile version