Memahami Kebutuhan Internet di Era Pandemi Covid-19

Memahami Kebutuhan Internet di Era Pandemi Covid-19
Cari Sinyal

Proses perjalanan pengiriman data
Aplikasi merupakan software yang disediakan pengembang untuk kita akses, misalnya aplikasi medsos (Facebook, WA, Signal, Telegram, Instagram dan Tiktok), konten musik dan Video (misalnya Spotify, YouTube, Netflix, Disney dan TV cable), konten e-Commerce dan ride hailing (misalnya Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan Grab), aplikasi payment (misalnya Gopay, LinkAja, OVO dan Dana), live event seperti sport, aplikasi khusus untuk video conference (misalnya Zoom, Google Meet dan Webex) serta berbagai aplikasi lainnya untuk menunjang kegiatan perkantoran dan gaya hidup.
Software aplikasi ini berada di cloud dengan data centre bisa berada di Indonesia, namun pada umumnya server aplikasi yang populer berada di luar negeri.


Hal ini menyebabkan akses ke data-center menjadi berat manakala banyak orang yang mengaksesnya secara bersamaan.
Ibarat jalan tol yang dapat menjadi macet karena banyaknya mobil yang lewat. Secara khusus konten video seperti YouTube, TikTok, Netflix, TV Cable dan aplikasi video lainnya, membutuhkan byte data yang besar, dibandingkan dengan aplikasi berbasis teks. Ibarat truk, video memiliki muatan yang besar dan perjalanannya panjang, sehingga perlu dikelola secara optimal.


Misalnya seorang pelanggan yang mau menonton YouTube dari Sorong, Operator Internet harus menyediakan kanal transmisi dari Sorong ke Jakarta hingga ke data center YouTube terdekat di luar negeri.
Perjalanan panjang pengiriman data ini dapat mengalami hambatan di berbagai tempat sehingga ada kalanya terjadi buffering atau tanda lingkaran berputar-putar di layar device kita.
Operator fixed maupun mobile broadband internet senantiasa berupaya menambah kapasitas jaringan dan melakukan optimalisasi pengiriman dan penerimaan data agar hasilnya cepat dan berkualitas.
Namun hal ini akan berdampak kepada peningkatan biaya investasi dan operasional jaringan, sehingga perlu dilakukan secara selektif berdasarkan prioritas. Operator Internet memiliki QoS (Quality of Service) system yang dapat membedakan kualitas atau prioritas layanan.