Mengenal Organ-organ dalam Sistem Ekskresi Manusia

Mengenal Organ-organ dalam Sistem Ekskresi Manusia
ilustrasi Sistem Ekskresi Manusia/Net

Omahnews – Agar terhindar dari masalah kesehatan, tubuh manusia bekerja untuk membuang zat-zat sisa yang bisa beracun atau mengganggu tubuh. Proses ini disebut juga dengan ekskresi.

Hal senada dijelaskan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti.
“Ekskresi adalah pembuangan zat sisa dari dalam tubuh. Zat sisa ini beragam dan jalurnya juga beragam. Misalnya keringat lewat kulit, urine lewat ginjal, feses lewat usus besar, dan sebagainya,” tuturnya.

Apa saja organ yang terlibat dalam sistem ekskresi manusia?
Agar lebih jelas, berikut beberapa organ yang bekerja menjalankan sistem ekskresi manusia:

Kulit
Manusia setidaknya memiliki sekitar 3 – 4 juta kelenjar keringat. Melalui kelenjar-kelenjar inilah sebagian racun dalam tubuh diekskresi bersama keringat. Beberapa jenis racun yang dikeluarkan dari kelenjar keringat, seperti polychlorinated biphenyls, phthalate, dan bikarbonat.

Kelenjar keringat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni kelenjar ekrin serta kelenjar apokrin. Keringat dari kelenjar apokrin mengandung lemak serta pekat. Keringat jenis ini banyak ditemukan pada folikel rambut, termasuk kulit kepala dan ketiak.
Sementara itu, kelenjar ekrin langsung terhubung dengan permukaan kulit Anda. Keringat yang berasal dari kelenjar ini tak berbau dan juga encer. Selain mengeluarkan racun, kelenjar keringat bertugas pula dalam mengeluarkan bakteri.

Ginjal
Ginjal manusia terletak di kedua sisi tulang belakang, lebih tepatnya di rongga perut belakang. Berwarna merah kecokelatan, bentuk ginjal mirip seperti kacang merah.
Salah satu fungsi ginjal adalah menyaring zat-zat sisa yang berasal dari makanan, minuman, dan obat, ataupun racun yang ada di dalam darah.

Oleh ginjal, zat-zat sisa tersebut yang kemudian dibuang menjadi urine melalui saluran ureter. Tak heran jika urine terkadang berbau tidak sedap karena cairan ini dapat mengandung beberapa zat yang tidak diterima tubuh manusia.
Selain menyaring zat sisa atau racun, organ ekskresi ini juga bertugas mengontrol keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Jika kadarnya berlebihan, ginjal akan membuangnya melalui urine.

Usus Besar
Organ yang berperan dalam sistem ekskresi pada manusia berikutnya adalah usus besar. Organ ini bertugas menyerap makanan yang tidak berhasil dicerna oleh usus kecil.
Makanan yang tidak bisa dicerna tersebut lalu diubah menjadi feses di usus besar. Nantinya, feses akan dikeluarkan melalui dubur saat Anda buang air besar (BAB).

Hati
Hati manusia berada di bawah diafragma di dalam rongga perut. Organ ini juga berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa yang tidak diterima tubuh. Salah satu zat yang dibuang itu adalah amonia, yakni sisa dari hasil penguraian protein.
Amonia ini selanjutnya akan diubah menjadi urea. Nantinya, urea dibuang melalui sistem ekskresi ginjal melalui urine.
Jika amonia tidak dibuang (atau terjadi masalah pada hati) dapat muncul berbagai macam risiko kesehatan, termasuk kerusakan ginjal.

Selain amonia, hati juga membuang zat racun dalam darah, termasuk akibat minum obat-obatan dan alkohol. Organ berukuran besar ini juga bekerja dalam mengekskresi sel darah merah yang telah rusak serta kelebihan bilirubin.

Paru-paru
Tanpa paru-paru, manusia tidak akan bisa bernapas dengan baik. Paru-paru berfungsi untuk memindahkan oksigen dari udara ke darah. Oksigen dalam darah tersebut lantas disalurkan ke seluruh bagian tubuh.
Setelah menerima oksigen, sel-sel tubuh bakal menghasilkan zat karbon dioksida sebagai sisa metabolisme.
Jika dibiarkan menumpuk dalam darah, zat ini bisa membahayakan kesehatan. Lantas, bagaimana cara ekskresi pada paru-paru?

Karbon dioksida akan dibawa kembali oleh darah menuju paru-paru, dan dikeluarkan ketika Anda mengembuskan napas.
Untuk menjaga keseimbangan tubuh, fungsi sistem ekskresi kelima organ ini harus dijaga dengan baik. Itu artinya, terapkanlah gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin olahraga, cukupi kebutuhan cairan, serta hindari minum alkohol dan merokok. (Klikdokter)

Exit mobile version