Meraih Perguruan Tinggi Ideal

Meraih Perguruan Tinggi Ideal
Ilustrasi SNMPTN

Tingginya animo persaingan dalam memperebutkan kursi di PTN cenderung menjadi motivasi sendiri bagi lulusan SLTA atau yang se­derajat untuk mengasah ke­mam­puannya dalam menaklukkan soal-soal ujian masuk PTN. Berbagai usaha pun dilakukan demi mencapai tujuan bisa diterima pada jalur SBMPTN. Salah satunya adalah dengan menggenjot bimbingan belajar (bimbel).

Secara obyektif, memang dunia pendidikan tinggi telah mengalami pergeseran dari paradigma lama menuju transformasi baru, tentunya dapat memenuhi kemauan konsumen atau selera pasar yang sarat dengan tuntutan kualitas SDM dan dunia kerja. Wajar saja, dalam memilih perguruan tinggi calon mahasiswa masih memandang nama besar PTN favorit di pulau Jawa seperti UI, ITB, IPB, UGM, Unair, ITS, UB, dan UM yang sudah diakui produk alumninya.

Tapi sebenarnya di Indonesia selain nama besar PTN tersebut, tidak sedikit PTN hingga PTS lain yang tidak kalah profesional dan kualitasnya. Jika dikaji secara obyektif, ada baiknya strategi slogan “memilih kucing dalam karung”, dalam artian dalam memilih perguruan tinggi yang ideal dapat diperhitungkan secara akurat.

Pertimbangan Selektif
Dalam rangka memilih perguruan tinggi ideal, baik PTN maupun PTS dan program studi favorit, para siswa dan orang tua perlu mempertimbangkan secara selektif beberapa hal agar tidak salah memilih sehingga dapat merugikan masa depan. Sebelum memutuskan pilihan terhadap kampus dan program studi yang akan dituju, ada baiknya calon mahasiswa perlu mengenali dirinya. Artinya, mengenali diri di sini adalah keberadaan PTN atau PTS yang dituju sesuai dengan keinginan.

Seharusnya dalam memilih program studi, calon mahasiswa disarankan untuk tidak terburu-buru, apalagi ikutan teman-teman yang kelak justru macet di tengah jalan. Ada juga yang secara pribadi mereka tidak ingin kuliah di program studi tersebut, namun orang tua memaksakan yang hasilnya justru tidak aktif mengikuti kuliah.
Pertimbangan lainnya bahwa untuk memilih program studi dengan menyesuaikan dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki. Kapasitas dan potensi diri meliputi kemampuan akademik atau intelegensi dan maupun kemampuan ekonomi orang tua.

Exit mobile version