Motor Honda Beat vs Mobil Suzuki Ertiga, Seorang Polisi Tewas

Motor Honda Beat vs Mobil Suzuki Ertiga, Seorang Polisi Tewas
Mobil Ertiga yang terlibat kecelakaan dengan motor yang dikendarai polisi (insert : Kondisi motor)

Omahnews – Seorang polisi meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Motor Honda Beat dan mobil Suzuki Ertiga.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Trunojoyo, atau depan Toko Ganti Oli DS Kabupaten Ponorogo, Sabtu (12/6/2021) sore.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, Ipda Imammuddin mengatakan, akibat insiden kecelakaan ini seorang anggota polisi meninggal dunia. Ia adalah Aiptu Gandi Mariyanto. “Satu anggota Polsek Ponorogo tewas karena kecelakaan itu,” ujarnya, Sabtu sore.

Diceritakan kronologisnya, bahwa saat itu Aiptu Gandi Mariyanto asal Desa Karanlo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo ini melaju dari arah barat ke timur. Ia mengendarai sepeda motor honda beat nopol AE 6367 UG.
“Korban memang ada tugas ngepam. Ada perpisahan di salah satu SMA Negeri di Ponorogo, ” katanya.

Menurutnya, laju kendaraan korban tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 50 km per jam. Saat di lokasi kejadian, korban bermaksud mendahului truk pertamina.

Tapi dari arah berlawanan juga melintas kendaraan Suzuki Ertiga nopol AE 1767 SZ, yang dikemudikan oleh Imam Malik (42).
“Jadi waktu menyalip truk pertamina tidak sampai,” lanjut Kanit Laka.

Sehingga kecelakaan antar motor Honda Beat dan mobil Ertiga pun tidak bisa dihindari dan akhirnya saling adu moncong. Karena jarak kedua kendaraan tersebut sudah terlalu dekat.
“Jadi memang tidak melihat situasi. Ternyata dari arah sebaliknya (berlawanan) ada mobil,” terang Ipda Imamuddin.

Korban pun meninggal dunia di lokasi. Ia mengalami luka di kepala belakang bengkak, telinga hidung dan mulut keluar darah, pelipis kanan robek, tangan kanan robek, tangan kiri dan kaki kanan patah.
“Sudah dibawa keluarganya. Juga sudah dimakamkan secara kedinasan,” papar Ipda Imamuddin.

Diakui bahwa kecelakaan karena menyalip kendaraan di depannya sering terjadi. Karena diduga korban kurang memperhitungkan jarak aman dengan baik.
“Jadi saran saya bagi semua pengendara untuk berhati-hati jika menyalip. Semua diperhitungkan agar tidak fatal,” pungkasnya. (jatim)