Nahas, Niat Mandi di Sungai Brantas, Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam

Nahas, Niat Mandi di Sungai Brantas, Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam
Jenazah korban RSP yang di evakuasi warga saat terhanyut di sungai. (MOCH. REXY/NMP)

Omahnews – Nasib nahas menimpa seorang anak laki-laki yang sedang bermain di sungai brantas, diduga terpeleset hingga tenggelam yang berujung merenggut nyawanya, Selasa (11/5) pagi.

Bocah berumur 12 tahun berinisial RSP itu, tinggal di Jalan Tlogomas Gg. 9, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Bocah tersebut ditemukan dalam keadaan tak bernyawa usai tubuhnya tersangkut di sempadan sungai.
Ketua RW 05 Kelurahan Tlogomas Sugijono menuturkan, berdasarkan keterangan saksi korban sebelumnya bersama dengan tiga orang temannya.

Empat bocah ini berniat mandi di Sungai Brantas yang berada di Jalan Tlogomas Gg. 8, RT 04/RW 05. Mereka diduga berangkat sekitar pukul 08.45 dan mulai mandi di pinggir sungai.
“Kemudian salah satunya terpeleset di kedung (cekungan dasar sungai), hingga akhirnya tenggelam,” tuturnya.

Ia menjelaskan kawasan tersebut sebelumnya memang sempat dibuat mandi, tetapi sudah lama tidak digunakan lagi. kawasan yang biasa disebut Sumber Keharuman tersebut, kini lebih sering digunakan untuk nongkrong di warung kopi yang berada di jalan di atas sungai.

Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhman menambahkan, korban ditemukan sekitar 100 meter dari titik tenggelam. Kedua teman korban masih berusaha mengejar tubuh korban yang lemas dan terseret arus sungai.
“Dua orang temannya mengejar, dan yang satunya berlari meminta pertolongan ke warga,” ujarnya.

Warga sekitar sontak langsung berlari menolong korban. Korban yang tersangkut di sempadan sungai, langsung diangkat oleh warga yang turut membantu.
“Sekitar pukul 09.00 pagi warga berhasil mengangkat tubuh korban dari sungai dan dibawa ke tempat yang aman,” tuturnya.

Sayangnya saat itu korban sudah tidak bernafas. Sekitar pukul 09.30 polisi dan tim medis datang untuk mengevakuasi jenazah korban. Akan tetapi pihak keluarga meminta untuk langsung diantar ke rumah duka.
“Keluarga sudah menerima kejadian yang menimpa korban sebagai musibah,” ujarnya.

Kompol Fatkhur Rokhman mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mandi di sungai tersebut. Karena memang sungai tersebut tidak bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari karena berbahaya. (NMP)