Ojo Dumeh Menghadapi Angkara Murka Corona

Ojo Dumeh Menghadapi Angkara Murka Corona
Jaya Suprana

Tidak perlu saling menyalahkan demi mencari kambing hitam untuk bertanggung-jawab atas ketidaksempurnaan efektifitas vaksin.

Apalagi telah terbukti di beberapa negara bahwa telah terjadi mutasi virus Corona jenis baru yang tanpa peduli vaksin terbukti lebih ganas menyerang manusia.

MAWAS DIRI
Alih-alih saling menyalahkan jelas lebih bijak apabila umat manusia termasuk seluruh warga Indonesia justru saling mawas diri dalam menunaikan jihad al nafs perjuangan menaklukkan diri sendiri. Ini dilakukan dengan ketat menjaga kesehatan diri masing-masing secara disiplin mematuhi protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak sosial serta mencegah kerumunan.

Mereka yang ingin menyelenggarakan acara bersifat massal semisal pergelaran konser, pertandingan olahraga, pesta pernikahan apalagi sekedar pesta ulang-tahun, ritual keagamaan, bukber, mudik di mana terbentuk kerumunan manusia sebaiknya berkenan menunda.

Semua itu demi sabar menunggu sampai dengan ancaman angkara murka virus Corona sudah mereda bahkan melenyap.

Penundaan Olimpiade jelas merupakan keputusan yang lebih bijak ketimbang memaksakan penyelenggaraan di tengah suasana kemelut pagebluk Corona.

Vaksinasi memang merupakan satu di antara sekian banyak upaya berniat baik demi memperkuat daya tahan diri kita masing-masing. Namun vaksinasi mustahil mandiri sebab bukan satu-satunya cara melawan virus Corona.
Cara terbaik di antara tiada yang sempurna melawan Corona adalah disiplin mematuhi protokol kesehatan pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak sosial ragawi serta menghindari kerumunan.

Selaras makna adiluhur yang terkandung di dalam kearifan leluhur Nusantrara ojo dumeh, eling lan waspodo serta ngono yo ngono ning ojo ngono.
Sambil tentu saja berdoa memohon perlindungan Yang Maha Kuasa. AMIN (rep)

Oleh: Jaya Suprana
Budayawan, Penggagas Rekor MURI, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Exit mobile version