Prostitusi di Bali Digerebek, Ada Wanita Uzbekistan Bertarif Rp2,5 Juta

Prostitusi di Bali Digerebek, Ada Wanita Uzbekistan Bertarif Rp2,5 Juta
Portitusi di bali

Omahnews – Bisnis prostitusi online di Denpasar, Bali, digerebek polisi. Dalam operasi itu, terungkap ada pekerja seks komersial (PSK) asal Uzbekistan yang di bandrol Rp2,5 juta.

“Salah satu yang ditawarkan warga negara asing. Yang teridentifikasi oleh kita warga Uzbekistan,” kata Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Kapolresta Denpasar dalam jumpa pers, Jumat (8/4/2021).

Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap seorang muncikari, Poltak P Manihuruk (42). Pria asal Pematangsiantar itu diduga mempekerjakan puluhan PSK, baik warga lokal maupun asing di Bali.

Terbongkarnya bisnis esek-esek itu bermula dari penggerebekan sebuah hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu (7/4/2021). Di kamar 217 dan 219, polisi mendapati pasangan bukan suami istri yang sedang berkencan.

Kepada polisi, kedua laki-laki penyewa PSK itu mengaku telah membayar masing-masing Rp2,5 juta kepada Poltak. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kondom bekas pakai, bungkus dan kotak kondom.
Jansen mengatakan, Poltak telah mempekerjakan PSK sejak2020. “Dari tarif Rp2,5 juta, PSK-nya menerima Rp1,5 juta. Sisanya diterima tersangka,” ujar Jansen.

Dia menambahkan, sejauh ini baru ada satu PSK warga asing yang dipekerjakan Poltak. “Warga Uzbekistan ini berada di Bali sejak sebelum pandemi,” imbuh Jansen.

PSK warga asing itu kini berstatus sebagai saksi. Sejauh ini polisi menetapkan satu orang tersangka, yaitu Poltak P Manihuruk (42), sang mucikari.
Jansen menjelaskan, tersangka menjajakan ketiga cewek Uzbekistan dengan tarif yang sama dengan PSK lokal yang juga dia jual, yaitu Rp2,5 juta untuk short time.

Tersangka menjual ketiga cewek bule yang terkenal dengan kecantikannya yang khas paduan Eropa Timur, Persia dan Asia itu lewat aplikasi WhatsApp. Setelah ada pemesan dan bertransaksi, eksekusi kemudian dilakukan di hotel. “Dari situ, keuntungan dibagi. Rp1,5 juta untuk PSK dan sisanya untuk tersangka,” papar Jansen.

Kepada polisi, Poltak mengaku mengenal ketiga PSK Uzbekistan itu saat bertemu di sebuah klub malam di Kuta. “Mereka lalu bersepakat berbisnis esek-esek dengan bagi sistem bagi hasil,” imbuh Jansen.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga cewek Uzbekistan itu sudah berada di Bali sejak sebelum pandemi. “Kita lagi dalami apakah mereka terjebak dan kehabisan uang lalu menjajakan diri atau seperti apa,” ungkap perwira melati tiga ini.
Seperti diberitakan, bisnis prostitusi online ini terbongkar setelah polisi menangkap dua pasangan di sebuah kamar hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu (6/4/2021).

Dari penangkapan itu, polisi menangkap Poltak yang mengaku sudah menggeluti bisnis esek-esek ini sejak awal 2020 dan mempekerjakan puluhan PSK lokal dan warga Uzbekistan. (sindo)

Exit mobile version