Sembunyi di Plafon, Pelaku Curanmor Jatuh dan Tewas

Sembunyi di Plafon, Pelaku Curanmor Jatuh dan Tewas
Lokasi rumah korban , insert BB motor yang dicuri

Omahnews – Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor tewas setelah menjadi bulan-bulanan warga.
Pelaku dimassa usai tepergok mencuri motor milik seorang mahasiswi.

Sementara satu pelaku lainnya, berhasil kabur dari kepungan warga. Maling motor yang tewas ini diketahui bernama Muhammad Irfan, 21, warga Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan. Ia tewas setelah sempat menjalani perawatan di RSSA Malang.

Sementara korban berinisial WI, mahasiswi asal Blitar.
“Pelaku (Muhammad Irfan, red) meninggal dunia sekitar pukul 10.00. Sebelumnya sempat kritis akibat luka serius di kepala,” ucap salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya,di Polresta Malang Kota.

Ia menambahkan, bahwa Muhammad Irfan adalah pelaku lama. Namanya sudah menjadi target operasi (TO) polisi sejak tahun 2018 lalu. Irfan diketahui sebagai gembong curanmor yang selalu beraksi di Kota Malang.
“Jenazahnya usai dilakukan visum langsung dibawa pulang keluarganya,” katanya.

Senin (19/4) dini hari, bersama dengan seorang temannya yang kabur, tersangka Irfan beraksi di Jalan Arumba, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru.
Dia mencuri motor Honda Beat AG-6623-KAG milik korban WI, yang sedang diparkir di teras tempat kos.

Tidak lama setelah pelaku membawa kabur motor, korban baru mengetahui kalau motornya hilang. Ketika korban WI keluar kos berniat mencari menus sahur. Karena melihat motornya tidak ada, akhirnya bersama dengan teman satu kos, korban berusaha mencarinya.

Ternyata upaya korban membuahkan hasil. Sekitar pukul 03.30, ia mendapati motornya dikendarai oleh seorang pria di sekiar Jalan Pisang Candi. Korban bersama rekannya langsung menabrak motor miliknya yang dikendarai pelaku.

Akibatnya pelaku Irfan langsung tersungkur, sedangkan temannya kabur. Warga sekitar yang mengetahui dan mendengar teriakan korban, langsung berdatangan. Pelaku Irfan yang melihat ada banyak warga langsung panik.

Ia bersembunyi di atap rumah warga sekitar.
Karena merasa tidak nyaman dan terancam ketahuan, pelaku turun dan lalu pindah ke rumah warga lainnya.

Saat sembunyi di atap inilah, tiba-tiba atapnya jebol. Tersangka Irfan lalu jatuh ke lantai. Dia langsung tidak sadarkan diri, karena terluka di bagian kepala.
Sementara warga yang melihat pelaku jatuh dari plafon, langsung menghakiminya ramai-ramai hingga kondisinya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.(NewMP)

Exit mobile version