Spirit Transformasi Pendidikan Abad 21

Spirit Transformasi Pendidikan Abad 21
Silvia Rachman

Ki Hajar Dewantara adalah salah satu tokoh yang dikenal sebagai pahlawan pendidikan Indonesia. Kiprahnya dalam pendidikan, pengajaran dan kebudayaan telah menorehkan tinta emas bagi sejarah pendidikan di negeri ini.

Kemajuan dan transformasi pendidikan Indonesia saat ini adalah tidak lepas dari peran tokoh Pendidikan yang membumikan pesan filosofis Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

Nilai filosofis yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara telah menjadi ruh yang menghidupkan semangat para aktivis pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan sebagaimana yang termaktub dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Spirit Hardiknas dan Pendidikan Anak Bangsa
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei adalah menjadi tonggak sejarah peradaban bangsa Indonesia pada sisi pendidikan. Spirit yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara tidak cukup hanya ‘ditandai’ dengan peringatan serta upacara bendera, namun yang terpenting adalah semangat belajar yang tetap melekat dan menjadi habit sampai kapanpun.

Semangat belajar ini sejalan dengan konsep long life learning (belajar sepanjang hayat) yang diartikan sebagai pendidikan yang prosesnya tidak berbatas pada usia atau berakhirnya masa pendidikan sekolah. Proses belajar dalam konsep long life learning terus bertumbuh dalam keseluruhan waktu hidup seseorang hingga menjadi kebiasaan (IMTIMA, 2007).

Ki Hajar Dewantara (1962:14) mengartikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya (Sukiyat 2020:38). Berdasarkan konsep pendidikan yang diterangkan di atas, tentu saja tidak dapat dilepaskan dari keberadaan institusi pendidikan, yaitu sekolah.

Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah berkewajiban memberi layanan pendidikan, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar yang berfokus pada mendidik, melatih serta menciptakan kondisi yang memberi peluang bagi anak didik untuk mengembangkan potensi dirinya. Sekolah dapat juga disebut sebagai habitat belajar yang menjadi sarana utama untuk menyebar luaskan iklim positif serta membentuk karakter yang melekat (Imam Robandi, 2020).