Spirit Transformasi Pendidikan Abad 21

Spirit Transformasi Pendidikan Abad 21
Silvia Rachman

Peran Guru dalam Transformasi Pendidikan
Era globalisasi memberi dampak yang masif terhadap seluruh sendi kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan di era global dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai zaman, yang dikenal dengan keterampilan abad 21. Dalam konteks pendidikan abad 21, guru menjadi fokus utama dan menjadi sosok yang paling diharapkan dapat mengubah tataran pendidikan berkemajuan.

Guru menjadi faktor penentu keberhasilan pengajaran yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Guru yang menjadi garda terdepan dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas. Di tangan guru, akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, skill (keahlian), kematangan emosional, moral serta spiritual (Darmadi, 2018).

Oleh sebab itu, guru dituntut untuk menyesuaikan diri dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran berbasis digital adalah menjadi hal yang penting. Guru dapat memanfaatkan beragam aplikasi berbasis android, aplikasi berbasis konten atau aplikasi lain yang dapat menjadi stimulus anak didik dalam belajar.

Sebagai contoh, guru dapat membuat tutorial belajar dengan memanfaatkan aplikasi Youtube, TikTok, Snackvideo yang sekarang sedang booming. Untuk kegiatan penilaian, guru tidak lagi menyediakan kertas soal dan lembar jawaban, tetapi cukup dengan memanfaatkan aplikasi kahoot, quizizz atau aplikasi berbasis game lainnya. Pembelajaran dan evaluasi yang dikemas dalam aplikasi-aplikasi tersebut adalah sebagai respon konkrit oleh guru dalam menyikapi perubahan pola belajar saat ini.

Keberhasilan pendidikan lainnya, dapat diukur pada sisi soft skill (tutur kata, sikap mental, tingkah laku) anak didik. Tidak dapat dipungkiri, bahwa aspek afektif, dalam hal ini kemampuan soft skill juga dipandang sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan. Secara umum, keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21 meliputi critical thingking, creativity, communication dan collaboration atau disingkat dengan 4C adalah juga bagian dari soft skill yang harus dimiliki anak didik. Penguatan keterampilan 4C dan karakter anak 4C ini dapat dibentuk di lingkungan sekolah melalui proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Di samping itu, peran guru dalam memberikan keteladanan adalah sangat penting. Keteladanan dari guru dalam berbicara, bersikap, bertindak dalam konteks pembelajaran adalah sangat mendukung iklim sekolah dalam membentuk karakter dan soft skill anak didik di sekolah.(NMP)

* Oleh : Silvia Rachman
(Guru di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi
dan Aktivis Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kab. Malang)

Exit mobile version