Status Imunitas pada Puasa Ramadan

Status Imunitas pada Puasa Ramadan
ilustrasi berpuasa

Dokter yang merawat pasien Covid-19 dengan komorbid tertentu seperti kencing manis, hipertensi, lansia, kegemukan/obesitas, perokok, ataupun penyakit-penyakit kronis lainnya akan bertindak lebih berhati-hati. Sebab, orang-orang dengan kondisi seperti itu berada dalam keadaan low-grade inflammation. Dengan adanya paparan virus korona, peradangan dengan derajat rendah dalam waktu yang lama/kronis seperti ini mampu menimbulkan dampak yang potensial sangat berbahaya.

Banyak peneliti yang telah membuktikan, parameter inflamasi yang dapat diukur dalam sirkulasi darah akan mengalami penurunan yang cukup signifikan selama individu tersebut menjalankan puasa Ramadan dan kembali pada keadaan normal dalam beberapa waktu kemudian. Temuan itu paralel dengan fungsi sel darah putih yang performanya semakin meningkat untuk menangkal mikroba, khususnya bakteri (contohnya Salmonella typhimurium yang telah diketahui sebagai penyebab penyakit tifus dan Mycobacterium tuberculosis sebagai penyebab penyakit TB).

Efek proteksi yang sama bisa ditujukan terhadap virus Varicella-zoster (mengakibatkan penyakit cacar ular/cacar api) dan virus Ebola (dapat ditularkan primata kepada manusia dengan perantaraan kelelawar dan penyakit ini pernah mewabah di Afrika). Meski demikian, riset tentang peranan sel-sel imun selama puasa Ramadan dalam menangkal dampak Covid-19 masih terus berlangsung.

Di sisi lain, puasa Ramadan dapat meningkatkan komponen-komponen yang bersifat anti-inflamasi yang juga bisa memberikan manfaat proteksi terhadap susunan saraf pusat. Khususnya memelihara fungsi kognitif dan membantu mencegah degenerasi ataupun memperlambat penurunan fungsi imunitas yang disebabkan faktor usia (immunosenescence).

Berat Badan
Dampak fisiologi yang menguntungkan dalam menjalankan puasa Ramadan adalah perubahan berat badan dan komposisi kompartemen struktur tubuh. Berdasar data Riskesdas Indonesia 2018, angka obesitas di negara kita mencapai 21,8 persen. Kecenderungannya memang meningkat dari tahun ke tahun. Dalam dunia kedokteran, obesitas merupakan suatu tanda dari sindrom metabolik yang dapat berakibat pada penurunan respons imunitas terhadap timbulnya infeksi oleh mikroba.

Exit mobile version