Tips Menangani Nyeri Lutut pada Lansia

Tips Menangani Nyeri Lutut pada Lansia
ilustrasi Nyeri Lutut

Omahnews – Seiring bertambahnya usia, salah satu keluhan yang kerap dirasakan lansia adalah nyeri lutut. Masalah tersebut membuat gerak dan aktivitas seseorang jadi terhambat.

Namun, sebelum berobat ke dokter, tak ada salahnya Anda mencoba cara rumahan terlebih dahulu.
Berikut beberapa cara mengatasi nyeri lutut pada lansia.

  1. Aktivitas Fisik Ringan
    Dikutip dari Medical News Today, olahraga bisa menunda perkembangan penyakit osteoartritis (OA), penyebab tersering nyeri lutut pada lansia.

“Osteoartritis adalah jenis radang sendi yang paling umum. Pada penyakit degeneratif ini, tulang rawan yang menjadi bantalan persendian rusak, sehingga terjadi pengapuran sendi. Hal ini dapat menimbulkan gesekan pada sendi penyebab nyeri sendi,” ucap dr. Reza Fahlevi.

The American College of Rheumatology serta the Arthritis Foundation mendorong orang-orang untuk berolahraga guna mencegah terjadinya osteoartritis. Bagi lansia, lakukan gerakan olahraga sederhana, seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, atau yoga di rumah.

Fisik yang aktif juga dapat menjaga jaringan tulang rawan Anda, baik untuk penderita OA atau tidak. Olahraga secara rutin juga memperkuat sendi-sendi lutut Anda.

  1. Meditasi
    Cara mengatasi nyeri lutut pada lansia lainnya adalah dengan melakukan teknik meditasi. Lakukan peregangan untuk memperkuat otot-otot di kaki bagian bawah dan atas.

Fokus pada latihan yang menargetkan paha belakang, paha depan, otot gluteus, fleksor pinggul, dan psoas. Cobalah memasukkan meditasi seperti yoga ke dalam rutinitas peregangan Anda.

  1. Menjaga Berat Badan
    Dijelaskan oleh dr. Reza, untuk mencegah terjadinya nyeri lutut di usia tua, menjaga berat badan yang seimbang juga diperlukan.

Lansia dengan berat badan berlebihan tidak hanya mempercepat kerusakan sendi, tapi dapat meningkatkan risiko osteoartritis yang dapat menjadi pencetus nyeri lutut.

Makan dengan nutrisi seimbang akan membantu memelihara berat badan. Konsumsilah makanan yang tinggi serat, seperti buah dan sayuran. Batasi juga makanan yang berlemak, seperti daging, dan produk hewani lainnya.

  1. Kompres dengan Es
    Dinginnya es dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan. Untuk mengaplikasikannya, bungkus es dengan kain atau handuk. Terapkan pada bagian yang sakit selama 20 menit. Lakukan beberapa kali pada hari-hari pertama cedera.

Jangan pernah meletakkan es langsung di kulit, karena dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Kompresi dengan penyangga lutut dapat membantu Anda. Penopang atau perban harus kencang tetapi tidak ketat.
Kemudian letakkan kaki yang nyeri di atas bantalan untuk mendorong sirkulasi dan mengurangi pembengkakan. Idealnya, lutut harus berada di atas ketinggian jantung.

  1. Istirahat
    Jika nyeri lutut pada lansia diakibatkan terjatuh atau keseleo, sebaiknya istirahatkan kaki yang cedera terlebih dahulu. Istirahat dapat mengurangi risiko cedera lebih lanjut dan memberi waktu pada jaringan untuk pulih.

Namun, menghentikan sama sekali semua aktivitas dan gerakan tidak juga disarankan. Hal ini justru dapat menyebabkan kekakuan dan—seiring waktu—otot akan menjadi lemah.

  1. Konsumsi Obat Anti-nyeri
    Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid dan obat lain dapat membantu meredakan nyeri lutut akibat artritis. Meski ada yang memerlukan resep dokter, terdapat beberapa obat nyeri lutut pada lansia yang dapat dibeli bebas.

Obat-obatan yang bisa bantu mengatasi nyeri itu meliputi:
Capsaicin topikal
Obat anti inflamasi nonsteroid oral ataupun topikal (NSAID)
Suntikan steroid ke sendi
Tramadol
Acetaminophen serta duloxetine bisa membantu

Namun, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan resep yang tepat.

Itulah beberapa cara mengatasi nyeri lutut pada lansia. Jika keluhan masih berlanjut atau bahkan memberat, jangan ragu untuk memeriksakannya segera kepada dokter. (KD)