TKA China Kembali Masuk Indonesia, Bukti Pemerintah Tak Serius Kendalikan Pandemi Covid-19

TKA China Kembali Masuk Indonesia, Bukti Pemerintah Tak Serius Kendalikan Pandemi Covid-19
Rombongan WN China yang kembali masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu/Net

Mufida pun meminta semua jajaran melakukan evaluasi dan jika perlu dilakukan pengetatan. Sebab, jika harus jujur masih banyak titik-titik kebijakan yang bisa diakali oleh mafia dan calo.
“Pelajaran calo WNA di Bandara Soekarno Hatta dan peristiwa rapid test bekas di Kualanamu itu hanya fenomena gunung es. Jika kita mau jujur praktik kongkalikong untuk mengakali aturan ini saya yakin banyak terjadi,” ujarnya.

Mufida meminta salah satu syarat diperbolahkannya WNA masuk adalah adanya Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang mudah ditemukan jasa dan agensi pengurusannya di internet.
“Faktanya masih ada WNA yang positif Covid-19 saat dites ulang. Satgas juga mengakui dokumen bebas Covid-19 juga faktanya saat dites berbeda. Mohon maaf, bisnis dokumen untuk mengakali aturan ini ada dan nyata. Jadi lebih baik dilakukan peninjauan terhadap syarat WNA masuk dengan dilakukan pengetatan lagi,” papar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dituturan Muifda, saat ini angka pengangguran muda di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, berada di angka 20 persen pada 2020. Adanya TKA yang kembali masuk pada saat angka pengangguran di dalam negeri tinggi tentu sangat mengecewakan.
“Kita sedang menghadapi bonus demografi tapi angka pengangguran muda kita tinggi sekali. Adanya polemik TKA masuk lagi tentu semakin membuat lahan pekerjaan bagi anak bangsa terkikis. Ironi!” tegasnya.

Selain itu, masuknya WNA ke Indonesia secara massal sangat berpotensi menambah keragaman varians Covid-19 yang masuk ke Indonesia.
“Sudah terbukti, saat ini tiga varian virus baru telah masuk negara kita. Arus WNA faktanya terus masuk ke Indonesia. Pemerintah tidak serius dalam mitigasi pandemi Covid-19,” demikian keprihatinan Mufida. (Rmol)