Tragis! Ayah Cabuli Anak Tirinya Yang Masih SD

Tragis! Ayah Cabuli Anak Tirinya Yang Masih SD
ilustrasi

Omahnews – AP alias Kopral (35), warga Kecamatan Tanjuganom Kabupaten Nganjuk, diduga menyetubuhi dan mencabuli anak kelas 4 SD.

Tragisnya, korban SA masih anak Tiri pelaku. Kasus tersebut baru terungkap Kamis (22/4/2021) saat AP beradu mulut dengan anak tirinya (korban) SA (10).

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto mengatakan, pada Kamis (22/4) sekitar pukul 21.00 WIB, ibu korban mendatangi kantor Polsek Warujayeng karena tidak terima anaknya SA telah dilecehkan oleh suaminya sendiri.

Kejadian ini terungkap ketika Kamis sore sekitar pukul 16.30 WIB sang ibu sedang memandikan adik SA yang masih bayi. Waktu itu dia mendengar suara cekcok antara AP dan SA di ruang tengah. Mendengar pertengkaran semakin keras, kemudian sang ibu mendatangi keduanya lantaran mendengar perkataan anaknya yang serasa mengganjal di hati.

Saat percekcokan itu terjadi, SA sempat mengatakan bahwa ia ingin mamanya, dan tidak ingin dipulangkan ke bapak kandungnya yang tinggal di Lamongan. Kemudian AP tambah naik pitam, dan mengancam SA akan dikembalikan ke bapak kandungnya sampai ia menangis.
“Saat menangis SA mengaku dirinya mau disuruh apa pun oleh ayah tirinya, asalkan SA tetap tinggal bersama ibunya. SA rela dipegang-pegang ayah tirinya asalkan ia tetap tinggal dengan ibunya,” tuturnya, Jumat (23/4/2021).

Mendengar pernyataan sang anak, ibu korban bertanya kepada SA apa saja yang sudah dilakukan ayah tirinya. Dengan polosnya SA mengaku sudah disetubuhi, dan sering dipegang-pegang oleh ayah tirinya.
“Terakhir, AP memegang alat vital SA sebelum terjadi percekcokan sore itu. Diduga saat itu AP minta jatah, tapi karena bulan puasa, si anak tiri tidak mau melayani,” jelas Iptu Supriyanto.

Saat ini tersangka AP sedang diproses di Polres Nganjuk, setelah Unit Reskrim Polsek Warujayeng melimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk.

Tetangga sekitar rumah AP mengaku, keluarga ini merupakan pendatang, dan jarang keluar rumah. “Rumah sering tertutup dan hanya keluar pada malam hari,” pungkasnya. (jatim)

Exit mobile version