Truk Boks Seruduk Truk Tronton, Satu Orang Tewas

Truk Boks Seruduk Truk Tronton, Satu Orang Tewas
Petugas mengamati kondisi kedua truk yang terlibat tabrakan

Omahnews – Kecelakaan antara truk tronton melawan truk box terjadi di Tol Ngawi, Selasa (27/4/2021). Tepatnya di Jalan Tol Ngawi-Solo km 558.400B Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya menyebut bahwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 05.50 Wib. Kata dia, kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang tewas.
“Tadi pagi kejadiannya. Pukul 05.50 wib, ” ujar Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya, Selasa sore.

Wayan menjelaskan, truk boks bernopol W 9640 NU yang disopiri Aris Sandi Imartha (33), warga Malang itu menabrak bagian belakang tronton L 9751 UW disopiri Muhammad Usman, warga Mojokerto.
Kedua kendaraan itu sama-sama melaju dari arah Surabaya menuju barat atau Jakarta.
“Analisa petugas di lokasi, sopir truk boks diduga kurang konsentrasi atau mengantuk,” tutur Wayan.

Dia menceritakan, awalnya truk Tronton Hi o Ranger bernopol L 9751 UW dikemudikan Muhammad Usman. Warga Kabupaten Mojokerto itu berjalan dari arah timur atau Surabaya menuju barat atau Jakarta. Searah di belakangnya, kata dia, ada truk box Mitsubishi Colt Diesel Canter bernopol W-9640-NU yang dikemudikan Aris Sandi Imartha. Warga Kabupaten Malang berdama Hadi Ismanto warga Pasuruan.

Menurut keterangan saksi, pengendara truk box kurang memperhatikan arus Lalin yang ada didepanya. Menabrak bagian belakanh truk Tronton. “Dugaan kami memang mengantuk. Mungkin dari perjalanan yang jauh juga, ” beber AKBP Wayan.

Akibatnya, sopir truk truk box yang berusia 33 meninggal dunia di lokasi. Sopir mengalami luka di kepala. Sementara penumpangnya mengalami parah tulang, robek di kepala. Penumpangnya masih hidup hanya tidak sadar diri.
“Kami bawa ke rumah sakit umum terdekat untuk mwndapatkan perawatan. Yang meninggal ke RSUD dilakukan identifikasi, ” tegasnya.

Sementara barang bukti berupa truk box dan truk tronton dibawa ke unit laka sat lantas polres Ngawi. “Total kerugian Rp 7 juta, ” pungkas AKBP Wayan. (jatim)