Viral, Biaya Pemakaman Dibanderol Rp 5 Juta Gegerkan Netizen Ponorogo

Viral, Biaya Pemakaman Dibanderol Rp 5 Juta Gegerkan Netizen Ponorogo
Komplek Pemakaman Bibis, Kelurahan Kepatihan, Ponorogo

Omahnews – Sebuah postingan berisi biaya pemakaman sebesar Rp 5 juta, viral di media sosial Facebook.
Postingan itu mendapat beragam komentar dari warganet dan telah mendapat tanggapan 1.843 komentar.

Biaya itu disebut diminta untuk proses pemakaman di Makam Bibis, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.
Kabar makam berbayar itu dipos oleh akun atas nama Annas Karunia Illahi.
“Iki opo enek korelasine ??? Lek iyo kok kebacut men lek meres wong kesripahan…”. (Ini apa korelasinya. Kalau iya keterlaluan memeras orang kesusahan),” tulis akun tersebut.

Akun itu terdiri dari beberapa tangkapan layar. Tangkapan pertama bertuliskan ‘Sukses Buat Bu Lurah Kepatihan Kota Sudah Merubah Tarif 500 ribu menjadi Rp 5 juta’.
Gambar kedua, foto kwitansi bertuliskan pembayaran pemakaman sebesar Rp 5 juta. Unggahan ini pun mendapat respon 1843 komentar dan 1843 like.

Salah satu akun, Anesta Tasya menulis ‘Akun bu lurahe opo? Mek pengen ndelok wes akeh rung sing silaturahmi ng akun ne. Opo malah wes ilang akun e’. (Akunnya bu lurah apa? Cuma kau melihat banyak yang silaurahmi ke akunnya atau malah hilang akunnya).

Akun lainnya, Sugeng Kengkenh Riadi menulis ‘Baru denger.. Ngubur mayit kon bayar ng kelurahan’ (Baru mendengar. Jika memakamkan suruh membayar di kelurahan).

Terkait itu, salah satu warga, Katmanto mengatakan, biasanya warga Kepatihan di makamkan di Bibis gratis. Sementara jenazah orang luar Kepatihan diwajibkan membayar Rp 500 ribu.
“Setahu saya orang sini gratis, orang luar Kepatihan bayar Rp 500 ribu. Nggak tahu lagi kalau ada aturan baru,” kata Katmanto kepada wartawan di Kelurahan Kepatihan, Rabu (14/4/2021).

Sementara Lurah Kepatihan, Mastimah tidak mau berkomentar banyak. Dia mengaku bahwa yang menarik adalah LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarkat Kelurahan)
“Silahkan ke LPMK saja. Saya mau rapat dengan pak Sekda dan Pak Camat,” pungkasnya. (Jatim)