Waspada, BMKG Deteksi Ada Siklon Tropis Odette

Waspada, BMKG Deteksi Ada Siklon Tropis Odette
Siklon Odette

Omahnews – Baru saja siklon tropis atau badai Seroja bergerak menjauhi Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya pertumbuhan siklon tropis Odette.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto MSi mengatakan, bahwa saat ini siklon tropis Odette adalah bibit siklon 90S yang sejak tanggal 2 April 2021 lalu muncul bersamaan dengan badai Seroja.

Dijelaskan Guswanto, pemberian nama siklon tropis Odette dilakukan oleh Australian Bureau of Meteorology (BoM) Tropical Cyclone Warning Center (TCWC), karena posisi siklon tropis tesebut berada di wilayah tanggung jawab Australia.
“Saat ini siklon seroja sudah mengalami peluruhan dan hampir punah, namun pada 9 April 2021 telah lahir siklon odette bersebelahan dengan siklon seroja. Dampak yang tidak langsung akan ditimbulkan,” kata Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Sabtu (10/4/2021).

Lantas, apa saja dampak tidak langsung dari munculnya siklon tropis oddete di Indonesia?
Guswanto menjelaskan, dampak tidak langsung yang berpotensi terjadi akibat siklon tropis oddete yakni, hujan lebat hingga gelombang tinggi.
“Potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat dalam 24 jam ke depan yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali,” beber Guswanto.

“Tapi, potensi tersebut dipastikan tidak akan seekstrem seperti ketika kejadian siklon tropis seroja masih di dekat wilayah Nusa Tenggara Timur,” imbuhnya.

Sedangkan potensi dampak gelombang tinggi, kata Guswanto, dapat terjadi hingga dua hari kedepan. Tinggi gelombang berpotensi mencapai 4 sampai 6 meter. Ia membeberkan rincian tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
“Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa, Perairan Selatan PulU Bali Hingga Pulau Sumba, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sawu, dan Perairan Selatan Pulau Rotte,” papar Guswanto.

Sementara untuk tinggi gelombang 2,5 sampai 4,0 meter berpeluang terjadi di Perairan Pulau Enggano – Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai Hingga Lampung. Kemudian, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa, dan Samudra Hindia Selatan NTB Hingga NTT.
“Sedangkan tinggi gelombang 4,0 – 6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa – Bali,” sambungnya. (sindo)