Waspada, Gangguan Pencernaan Ini Dapat Terjadi Saat Puasa

Waspada, Gangguan Pencernaan Ini Dapat Terjadi Saat Puasa
Gangguan pencernaan bisa datang kapan saja termasuk saat bulan puasa.

Omahnews – Ramadan menjadi bulan yang dinantikan umat muslim setiap tahunnya. Mereka diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian mengatakan puasa memberikan manfaat bagi kesehatan.
Menurut dr. Michael Mosley yang juga penulis buku The Fast Diet, puasa tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi menawarkan manfaat kesehatan seperti menurunkan kadar gula darah.

Kendati begitu, puasa juga bisa memberikan efek gangguan pencernaan.
Terlebih, jika sebelumnya Anda memiliki masalah di bagian lambung, puasa bisa menjadi tantangan yang berat untuk dijalankan.
Lantas, apa saja gangguan pencernaan yang mungkin bisa terjadi saat puasa?
Berikut ulasannya,

Mual dan Muntah
Mual dan muntah dapat merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi. Biasanya, mual dan muntah terjadi setelah Anda makan terlalu banyak pada saat berbuka puasa.
Apalagi jika menu buka puasa terdiri dari makanan yang berminyak, berlemak, dan tinggi gula.
Jadi, hindari makan terlalu banyak saat buka puasa dan berbukalah dengan minum air putih untuk membuat perut nyaman.

Sembelit
Bagi beberapa orang, berpuasa kerap membuat mereka mengalami sembelit. Kondisi yang juga disebut sebagai konstipasi ini dapat terjadi bila Anda kurang mengonumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah, selama bulan puasa.
Tak hanya itu, kurang minum air putih juga bisa membuat feses di dalam saluran cerna menjadi lebih padat sehingga lebih sulit dan sakit untuk dikeluarkan.
Oleh karena itu, Anda wajib mengonsumsi sayuran pada saat sahur dan berbuka puasa.
Penuhi juga kebutuhan cairan tubuh selama puasa, yakni dengan minum air minimal 8 gelas per hari.

GERD
Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau yang lebih dikenal dengan sakit asam lambung, rentan dialami selama bulan puasa.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur. Lalu, naiknya asam lambung juga dapat terjadi saat Anda makan dalam porsi banyak setelah berpuasa hampir satu hari full.
Untuk menghindarinya, berbukalah dengan porsi kecil terlebih dahulu. Mulailah dengan berbuka dengan air putih, lanjutkan dengan camilan.
Setelah melaksanakan ibadah salat tarawih, barulah Anda bisa makan menu utama. Tidak hanya itu, Anda tidak disarankan untuk langsung tidur setelah makan sahur.
Tunggulah 1-2 jam sampai makanan benar-benar turun, barulah Anda bisa kembali melanjutkan tidur.

Mag
Selain GERD, mag juga jadi kondisi yang sering dialami oleh siapapun yang menjalani puasa.
Mag merupakan kondisi sekumpulan gejala yang ditandai ketika perut begah, perih, dan terasa bergas.
Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, bila mengalami mag, jangan ragu untuk minum obat (setelah sahur dan sebelum buka puasa).
Di samping itu, hindari makan makanan yang berminyak dan pedas. Anda juga tidak dianjurkan mengonsumsi minuman yang mengandung asam dan berkafein tinggi.
Guna mengatasi gangguan pencernaan ini saat puasa, sebaiknya konsumsi makanan yang bertekstur lembut seperti bubur.

Perut Kembung
Perut kembung bukanlah kondisi yang serius atau berbahaya. Akan tetapi, kondisi tersebut bisa menyebabkan aktivitas sehari-hari jadi terganggu karena perut terasa nyeri dan begah.
Kembung bisa dipicu karena Anda terlalu banyak makan dan minum saat berbuka puasa maupun sahur.
Untuk mencegah perut kembung, makanlah dengan porsi yang cukup dan pilih asupan yang mengandung tinggi serat.

Itu dia kelima gangguan pencernaan yang rentan dialami oleh saat menjalankan ibadah puasa.
Selain mengatur pola makan sehat, jangan lupakan berolahraga dan tidur cukup selama puasa, ya.
Tujuannya agar tubuh tetap sehat dan ibadah di bulan Ramadan Anda bisa berjalan lancar.(Klikdokter)

Exit mobile version